Example 160x600
Example 160x600
Inspirasi

“THE BLIND SPOT” Manusia Antara Ruang dan Waktu

×

“THE BLIND SPOT” Manusia Antara Ruang dan Waktu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KhatulistiwaHits.com.– “The Blind Spot” manusia atau titik buta, merupakan area yang tidak dapat dijangkau atau dilihat langsung oleh mata kepala manusia sendiri.

Semua PETINJU Profesional memiliki PELATIH. Bahkan, petinju LEGENDARIS sehebat MOHAMMAD ALI sekali pun, juga memiliki PELATIH. Yaitu ANGELO DUNDEE yang membantu ALI menjadi JUARA dunia 3 kali.

"The Blind Spot"
Petinju legendaris Muhammad Ali (Foto:REUTERS/Andreas Meier)

Padahal jika mereka BERDUA disuruh  BERTANDING sangat JELAS Angelo Dundee tidak akan pernah MENANG. Mungkin kita ber-tanya-tanya, mengapa MOHAMMAD ALI butuh PELATIH kalau JELAS dia pasti MENANG melawan Pelatihnya?

Ketahuilah The Blind Spot Membuat Kita Butuh Orang Lain

Bahwa MOHAMMAD ALI butuh PELATIH bukan karena pelatihnya lebih HEBAT tapi karena ia membutuhkan seseorang untuk MELIHAT hal-hal yang “TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI”

"The Blind Spot"
Ilustrasi blind spot (Foto:aha.org)

Hal yang tidak dapat kita LIHAT dengan MATA sendiri itu yang disebut : “BLIND SPOT” atau “TITIK BUTA”.

Baca Juga: Karisma Series#2 Sukses Hadirkan Ustadzah Dewi Nur Aisyah, Sosok Muslimah Inspiratif

Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT dengan bantuan orang lain. Dalam HIDUP kita BUTUH seseorang untuk MENGAWAL kehidupan kita, SEKALIGUS untuk MENGINGATKAN kita seandainya PRIORITAS hidup kita mulai BERGESER.

Kita butuh orang lain Yang dapat:

. MENASIHATI

. MENGINGATKAN

. MENEGUR

Jika kita MULAI melakukan SESUATU hal yang KELIRU yang MUNGKIN tidak kita TAU dan SADARI.

Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :

. Menerima KRITIKAN

. Menerima NASEHAT

. Menerima TEGURAN

Itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia SEMPURNA Jadi, biarkan orang lain menjadi “MATA”  kita di area ‘BLIND SPOT’ sehingga kita bisa MELIHAT apa yang tidak BISA kita LIHAT dengan ‘PANDANGAN’ kita SENDIRI.

Manusia ini berawal daripada yang satu – iaitu Nabi Adam as. Allah SWT menjanjikan setiap manusia akan diberi 2 perkara : ruang dan waktu (masa)

"The Blind Spot"
Sumber Foto Ilustrasi: pixabay

Jadi, Masa yang Allah SWT berikan kepada kita tidak panjang. Nabi SAW menyebut bahwa umur umatnya antara 60-70 tahun. Oleh itu, kita mesti memanfaatkan masa tersebut. Hal ini tertuang khusus dalam Al Qur’an tentang masa yaitu surah Al-‘Asr.

Orang yang tidak memanfaatkan waktu (masa) sungguh berada dalam kerugian. Dalam surah Al-‘Asr, Allah memberi peringatan kepada manusia yang tidak memanfaatkan masa. Maka mari kita bersama memanfaatkan masa untuk menghindari kemurkaan Allah SWT.

Baca Juga: 5 Makna Inspiratif Raden Ajeng Kartini Bagi Kartini-Kartini Milenial

Allah Yang Maha Pencipta tidak memberi kita umur yang panjang bukan kerana ingin membatasi kita, jauh daripada itu agar kita memanfaatkan umur yang pendek itu sehingga menjadi umat yang terbaik. Semoga kita tidak membuang-buang waktu (masa) dengan begitu saja.(DST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *