Example 160x600
Example 160x600
Berita

Hibah DIKTI 2025 Jadi Katalis Peningkatan Kinerja dan Angka Kredit Dosen UBSI Kampus Pontianak

×

Hibah DIKTI 2025 Jadi Katalis Peningkatan Kinerja dan Angka Kredit Dosen UBSI Kampus Pontianak

Sebarkan artikel ini
dikti
Example 468x60

KhatulistiwaHits, Pontianak — Keberhasilan tiga dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak meraih hibah pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun 2025 menjadi momentum penting dalam peningkatan kinerja dan pengembangan karir akademik dosen.

Dosen UBSI Pontianak Raih Hibah DIKTI 2025 untuk Transformasi Digital UMKM

Tim yang terdiri atas Ardiyansyah, Windi Irmayani, dan Nurfiah Oktafiani Syamsiah bersama beberapa mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan untuk program bertajuk Transformasi Digital untuk Optimalisasi Biaya Produksi dan Manajemen Keuangan dengan Menerapkan Teknologi Digital pada UMKM Tambol Dapok Punggur di Kabupaten Kubu Raya.

Program ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tetapi juga berdampak signifikan dalam mendorong pencapaian Kredit Unit Mengajar (KUM) dan angka kredit dosen. Ardiyansyah, selaku staf Bagian Pengembangan Dosen UBSI Kampus Pontianak, menegaskan bahwa hibah DIKTI merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan karir dosen.

“Hibah pengabdian masyarakat seperti ini menjadi komponen utama dalam penilaian kinerja dosen. Selain menambah poin KUM yang signifikan, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Ini pencapaian yang patut dibanggakan karena mencerminkan komitmen dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Kontribusi terhadap Kinerja Akademik dan Peningkatan Karir Dosen

Program yang berfokus pada transformasi digital UMKM ini memberikan kontribusi langsung terhadap komponen pengabdian masyarakat dalam sistem penilaian dosen.

“Dosen yang terlibat akan memperoleh poin besar, khususnya untuk aspek pengabdian masyarakat. Hal ini sangat membantu dalam memenuhi target kinerja tahunan dan mendukung proses kenaikan pangkat,” tambah Ardiyansyah.

Selain dari aspek angka kredit, hibah ini juga memperkaya kompetensi dan rekam jejak akademik dosen. Windi Irmayani, misalnya, akan mendapatkan pengalaman mengelola program pengabdian, sementara Nurfiah Oktafiani Syamsiah memiliki kesempatan untuk mengembangkan keahlian dalam pendampingan masyarakat dan penerapan teknologi digital di sektor UMKM.

Program ini juga membuka peluang untuk publikasi ilmiah dan partisipasi dalam forum akademik.

“Hasil kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi artikel jurnal atau makalah seminar yang menambah poin publikasi. Ini multiplier effect yang sangat menguntungkan,” ujar Ardiyansyah.

Keterlibatan mahasiswa turut memberikan nilai tambah bagi dosen dalam aspek pembimbingan.

“Dosen tidak hanya mendapat poin dari kegiatan pengabdian, tetapi juga dari pembimbingan mahasiswa di lapangan. Ini integrasi yang baik antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” katanya.

Bagian Pengembangan Dosen UBSI Kampus Pontianak memandang keberhasilan ini sebagai contoh praktik baik (best practice) yang bisa memotivasi dosen lain untuk aktif mengajukan proposal hibah.

“Kami akan menyelenggarakan workshop dan bimbingan teknis agar lebih banyak dosen mampu meraih pendanaan hibah, baik untuk pengabdian maupun penelitian,” ungkap Ardiyansyah.

Dari sisi institusi, hibah ini turut mendukung pencapaian target bidang pengabdian masyarakat dan peningkatan akreditasi.

“Keberhasilan individu dosen akan berdampak langsung pada performa institusi. Ini win-win situation yang menguntungkan semua pihak,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa rekam jejak keberhasilan hibah DIKTI akan menjadi nilai tambah saat mengajukan hibah lain, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini investasi jangka panjang bagi pengembangan karir akademik dosen,” tegasnya.

UBSI Kampus Pontianak, melalui Bagian Pengembangan Dosen, berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh dalam meningkatkan kualitas akademik.

“Kami siap mendampingi mulai dari pelatihan penyusunan proposal hingga publikasi hasil kegiatan. Keberhasilan dosen adalah keberhasilan institusi. Karena itu, kami akan terus menciptakan ekosistem akademik yang mendorong keunggulan,” tutup Ardiyansyah.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Pontianak Raih Hibah DIKTI 2025 untuk Program Transformasi Digital UMKM

Keberhasilan tim dosen UBSI kampus Pontianak meraih hibah DIKTI 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus berinovasi, mengabdi pada masyarakat, dan sekaligus mengembangkan karir akademik secara optimal.(TRS)