KhatulistiwaHits, Pontianak — Upaya menciptakan riset yang relevan dan berdampak nyata bukan hanya dimulai dari ruang laboratorium, tetapi juga dari komitmen untuk membangun jejaring yang kuat dan kolaboratif. Hal inilah yang menjadi semangat Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak dalam memperkuat ekosistem riset melalui sinergi antara program studi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Raja Sabaruddin, Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Pontianak, menegaskan pentingnya peran aktif program studi dalam membangun kolaborasi strategis.
“Inisiatif MoU dari tingkat program studi merupakan strategi penting untuk menciptakan kolaborasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7).
Senada dengan hal tersebut, Lisnawanty, Kaprodi Informatika UBSI kampus Pontianak, turut menyoroti manfaat luas dari sinergi lintas pihak di lingkungan kampus.
“Ketika program studi berani mengambil langkah membangun kemitraan, maka akan tercipta ruang kolaborasi yang kaya akan potensi riset, baik bagi dosen maupun mahasiswa,” ujarnya.
Langkah Prodi Perkuat Budaya Inovasi dan Riset
Langkah-langkah strategis yang dilakukan program studi di UBSI kampus Pontianak tak hanya memperkuat peran akademik, namun juga memberikan kontribusi signifikan bagi LPPM dalam membangun budaya riset yang berkelanjutan. Program studi telah berhasil menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah seperti Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat dan Direktorat Jenderal Pajak, hingga sektor swasta seperti Perseroan Terbatas (PT) Bank Central Asia.
Riset Terapan Tumbuh Lewat Kolaborasi Mitra
Inisiatif tersebut memungkinkan program studi untuk merespons kebutuhan mitra secara spesifik sesuai bidang keahlian masing-masing. Hasilnya, riset yang dikembangkan menjadi lebih aplikatif dan memiliki daya guna tinggi di lapangan.
Latifah, sebagai Koordinator LPPM UBSI kampus Pontianak, menjelaskan bahwa lembaganya berperan sebagai penghubung dan penguat berbagai inisiatif penelitian yang muncul dari program studi.
“Dampak positif dari inisiatif program studi terhadap LPPM sangat signifikan, mulai dari diversifikasi portofolio penelitian, perluasan jejaring kerjasama dengan stakeholder eksternal, hingga pengembangan model kolaborasi yang dapat direplikasi oleh program studi lainnya,” jelasnya.
Dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam riset berbasis kolaborasi ini mendapatkan akses langsung ke permasalahan nyata yang dihadapi mitra. Hal ini membuka peluang untuk menghasilkan penelitian terapan yang solutif, sekaligus memperkuat proses transfer pengetahuan dua arah antara akademisi dan praktisi.
Ke depannya, UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif akan terus mendorong program studi untuk menginisiasi kerjasama penelitian strategis, sembari memperkuat peran LPPM sebagai fasilitator utama dalam membangun ekosistem riset yang menyeluruh. Sinergi ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi institusi pendidikan tinggi lainnya dalam mengembangkan riset yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.(Siti Hafizah)















