KhatulistiwaHits, Pontianak – Penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja langsung di instansi pemerintah menjadi salah satu strategi penting yang dijalankan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam menjawab kebutuhan dunia industri dan pemerintahan. Dalam upaya ini, BSI Career Center (BCC) UBSI kampus Pontianak mengirimkan sebanyak 45 mahasiswa untuk mengikuti program Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (5/8).
45 Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Ikuti PKL
Kegiatan PKL ini merupakan bagian dari program Magang Terintegrasi dan melibatkan mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Sistem Informasi, Informatika, dan Sistem Informasi Akuntansi. Para peserta magang ditempatkan langsung di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalbar dan dibimbing oleh tim dari Bidang Aplikasi Informatika (APTIKA) Diskominfo.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memiliki peran strategis, mulai dari mengembangkan aplikasi pelayanan publik, menerapkan aplikasi yang telah tersedia ke sistem kerja OPD, hingga menganalisis hasil implementasi dan menyusun rekomendasi pengembangan sistem.
Koordinator BCC UBSI kampus Pontianak, Reza Maulana, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh Diskominfo kepada mahasiswa UBSI. Menurutnya, program ini menjadi peluang penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam lingkungan kerja nyata.
“Ini merupakan bentuk sinergi antara kampus dan pemerintah, yang sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional di era digital,” ujar Reza dalam rilis yang diterima, Kamis (7/8).
Baca juga:16 Mahasiswa Prodi SIA UBSI Kampus Pontianak Ikuti Pembekalan Magang Di Diskominfo Kalbar
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk lembaga pemerintahan. Program PKL ini tidak hanya menghadirkan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor publik dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.(Tiara Sari)















