KhatulistiwaHits, Pontianak — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menjadi sorotan utama pada Independence Day Artificial Intelligence Conference 2025 yang digelar di Harris Hotel Pontianak, Rabu (27/8). Acara ini diselenggarakan oleh Digital Creative Community (DICO) bekerja sama dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII), dengan dukungan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif.
Konferensi dibuka oleh Dedi Saputra, Head of DICO Pontianak, yang menekankan pentingnya kolaborasi komunitas digital di Kalimantan Barat. Dedi memperkenalkan program CermaAI (Cerdas dan Mahir AI), yang bertujuan membekali guru dan siswa dengan keterampilan AI untuk mendukung pembelajaran yang kreatif dan efektif.
“Kami ingin guru dan siswa di Kalimantan Barat siap menghadapi era digital. Melalui CermaAI, mereka dapat memanfaatkan AI untuk belajar dan mengajar lebih kreatif dan efektif,” ujar Dedi.
Sejalan dengan itu, Linda Solehana, Pendamping Satuan Pendidikan Kurikulum Merdeka sekaligus perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, menekankan bahwa AI seharusnya menjadi mitra guru, bukan pengganti.
“Teknologi ini dapat memperkaya metode pembelajaran di kelas dan membuat proses belajar mengajar lebih efektif,” jelas Linda.
Sesi AI for Education yang dibawakan Hajon Mahdy Mahmudin, Chairman PT Kreasi Putra Hotama, dan Rana Rayendra, Founder & CEO Postinc Media, memberikan panduan praktis mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran, baik bagi guru maupun siswa.
AI dan Beasiswa Dorong Inovasi dan Akses Pendidikan
Selain inovasi digital, konferensi juga menyoroti manfaat program Beasiswa Jalur Undangan (BJU) bagi siswa. Farid Sapta Diansyah, guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Pontianak, berbagi pengalaman sekolahnya memanfaatkan program ini:
“BJU sangat membantu siswa kami. Biaya pendidikan penuh dari awal hingga selesai sudah termasuk beasiswa, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang tanpa khawatir,” ujarnya.
Pandangan dari sisi penerima disampaikan Siti Hafizah, alumni SMK Al-Madani Pontianak sekaligus mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak. Ia menceritakan bagaimana program BJU membuka peluang bagi dirinya untuk menggali potensi secara maksimal dan mengejar prestasi.
Baca juga: Independence Day AI Conference 2025 Sukses Digelar di Pontianak, Gaungkan Pemanfaatan AI
“Beasiswa ini meringankan finansial keluarga saya, sekaligus memberi dorongan untuk belajar lebih tekun, meraih prestasi akademik, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Dukungan beasiswa ini bukan hanya soal biaya, tapi juga membuka motivasi dan keyakinan untuk terus berkembang,” tuturnya.
Menegaskan peran strategis institusi pendidikan tinggi, Eri Bayu Pratama, Kepala Kampus UBSI kampus Pontianak, menyatakan bahwa kampus tidak hanya mendukung konferensi sebagai sponsor, tetapi juga memperkuat akses pendidikan melalui program beasiswa. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi komunitas, pemerintah, dan pendidikan tinggi, sejalan dengan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong inovasi dan memperluas kesempatan belajar.(Siti Hafizah)















