KhatulistiwaHits.com, Pontianak – Seminar dan Diskusi Publik bertema “Kejahatan Digital Waspada Jadi Korban Phishing dan Scamming” yang digelar di Aula Rumah Walikota Pontianak memberikan wawasan baru bagi para peserta, termasuk Indari Krisnayanti, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak, sebagai Kampus Digital Kreatif, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Indari mengaku bahwa materi yang disampaikan narasumber membuka pandangannya tentang bagaimana kejahatan digital dapat menjebak siapa saja, termasuk generasi muda yang aktif menggunakan internet.
Indari Krisnayanti Tekankan Pentingnya Waspada Ancaman Digital Usai Mengikuti Diskusi Publik
Indari menyampaikan bahwa sebelum mengikuti seminar ini, ia belum sepenuhnya memahami betapa banyak modus penipuan digital yang berkembang setiap hari.
“Saya baru menyadari bahwa ancaman phishing dan scamming ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita. Banyak contoh kasus yang mirip dengan pesan-pesan yang sering saya terima di WhatsApp atau sms. Seminar ini benar-benar membuat saya lebih waspada,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (13/11).
Menurut Indari, penjelasan para narasumber mengenai teknik pencurian data, situs palsu, rekayasa sosial, dan modus penipuan berkedok layanan resmi menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat. Ia menilai bahwa edukasi seperti ini penting diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah mahasiswa menjadi korban kejahatan digital.
“Materi yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami. Saya jadi tahu bagaimana cara memeriksa keaslian tautan, pentingnya tidak memberikan OTP kepada siapa pun, dan bagaimana mengenali pesan mencurigakan. Ini sangat berguna bagi kami sebagai pengguna aktif media sosial dan layanan digital,” tambah Indari.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini karena memberikan ruang diskusi interaktif yang membuat peserta dapat bertanya langsung mengenai masalah keamanan digital yang mereka alami sehari-hari.
Baca juga : Usai Diskusi Publik Kejahatan Digital, Indari Krisnayanti Soroti Pentingnya Kesadaran Siber
Indari berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat juga membawa risiko kejahatan digital yang semakin kompleks.
“Kegiatan seperti ini wajib sering dilakukan. Banyak mahasiswa yang belum tahu cara melindungi data pribadi. Semoga ke depannya lebih banyak edukasi tentang keamanan digital di kampus,” tutupnya.
Dengan adanya tanggapan dari peserta seperti Indari Krisnayanti, kegiatan seminar ini menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan online. (Indari)















