Example 160x600
Example 160x600
Berita

Generasi Muda Antusias Ikuti Sosialisasi Administrasi Kependudukan Digital di Pontianak

×

Generasi Muda Antusias Ikuti Sosialisasi Administrasi Kependudukan Digital di Pontianak

Sebarkan artikel ini
Digital, UBSI
Example 468x60

KhatulistiwaHits.com, Pontianak – Lebih dari 200 mahasiswa, termasuk perwakilan dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, berkumpul dalam acara Sosialisasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Era Digital. Kegiatan yang digelar pada Senin (1/12) ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang pentingnya akurasi, keamanan, dan integrasi data kependudukan dalam rangka mendukung kebijakan publik yang responsif.

Mahasiswa Pontianak Perkuat Pemahaman Administrasi Kependudukan di Era Digital

Acara dibuka oleh Yohanes Budiman, yang dalam sambutannya menegaskan urgensi transformasi digital pada layanan administrasi kependudukan.

“Kita harus beralih ke sistem yang lebih transparan dan terintegrasi, karena informasi yang akurat menjadi fondasi bagi kebijakan bantuan sosial yang tepat sasaran,” ujar Yohanes Budiman dalam keterangan tertulis pada Rabu (10/12).

Selanjutnya, Agus Irawan, Direktur IDKD, menambahkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Infrastruktur yang kuat dan keamanan identitas penduduk adalah prasyarat utama; tanpa keduanya, proses digitalisasi tidak akan berkelanjutan,” tegas Agus Irawan.

Empat narasumber mengisi sesi materi dengan topik yang relevan. Umi Marzuqoh mengupas pentingnya etika dan integritas dalam moderasi perilaku digital, menekankan bahwa “setiap individu bertanggung jawab menjaga identitas digitalnya agar tidak disalahgunakan.” Nuryamin membahas perbedaan antara layanan tatap muka dan layanan berbasis digital, serta tantangan adaptasi masyarakat.

Baca juga : Transformasi Layanan Kependudukan Mahasiswa Pontianak Dibekali Literasi Data Digital

“Digital bukan sekadar alat, melainkan perubahan pola interaksi yang harus dipahami bersama,” kata Nuryamin.

Dr. Ir. Yus Sholva Riza menyoroti pengembangan portofolio digital sebagai kompetensi kunci generasi muda, sambil mengingatkan bahwa

“kemampuan mengelola informasi secara digital menjadi nilai jual utama di pasar kerja.” Drs. Marwan Seregar menutup sesi dengan penjelasan tentang jejak digital, mengingatkan bahwa “rekam jejak online dapat memengaruhi peluang karier dan reputasi di masa depan.”

Diskusi interaktif yang berlangsung selama dua jam menghasilkan puluhan pertanyaan dari peserta, mencerminkan antusiasme tinggi mahasiswa dan dosen dalam mengimplementasikan layanan kependudukan digital di lingkungan mereka. UBSI kampus Pontianak menonjolkan peran aktifnya dengan mengirimkan delegasi yang berkontribusi dalam sesi tanya jawab, memperlihatkan komitmen institusi dalam memajukan literasi informasi digital.

Acara diakhiri dengan makan bersama sebagai bentuk apresiasi kepada semua narasumber dan peserta. Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa dan masyarakat luas semakin menyadari pentingnya pengelolaan informasi administrasi kependudukan yang akurat, aman, dan terintegrasi, sehingga dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif di era digital. (Indari)