Khatulistiwahits, Pontianak–Kegiatan GEN-Z Media Academy 2026 resmi digelar pada Selasa (27/1/2026) di Rumah Pintar Punggur Cerdas/Kampung Literasi Punggur, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi jurnalis pelajar sekaligus memperkuat pemanfaatan media sosial secara positif dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
Kegiatan GEN-Z Media Academy 2026 dilaksanakan oleh Program CSR Taman Emas Pertamina Chapter Rumah Pintar Punggur Cerdas Kampung Literasi Punggur yang berkolaborasi bersama Tim Dosen Kampus BSI Pontianak sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan, komunitas literasi, dan sektor industri dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda.
Peserta kegiatan merupakan perwakilan pengurus OSIS SMP dan SMA sederajat se-Kecamatan Sungai Kakap, yang dipilih sebagai agen penggerak literasi media di sekolah masing-masing, sekaligus diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada siswa lainnya.
Founder Rumah Pintar Punggur Cerdas, Umilia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung penguatan kapasitas pelajar di era digital.
Baca Juga: Kuliah Capek Tapi Susah Dapat Kerja? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
“Kami ingin Rumah Pintar Punggur Cerdas tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga pusat lahirnya generasi muda yang cakap bermedia. Melalui GEN-Z Media Academy ini, para pengurus OSIS kami dorong agar mampu menjadi contoh dalam menyebarkan informasi yang positif, kreatif, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Umilia.
Dalam pelaksanaannya, GEN-Z Media Academy 2026 menghadirkan rangkaian materi yang bersifat edukatif dan aplikatif, mulai dari seminar interaktif jurnalistik digital, workshop penulisan berita, kelas foto dan video jurnalistik, praktik peliputan, hingga sesi review karya sebagai ruang evaluasi serta apresiasi terhadap hasil karya peserta.
Pemateri kegiatan, Kartika Handayani, Dosen Universitas BSI Pontianak, menyampaikan bahwa rangkaian materi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi pelajar.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teori jurnalistik, tetapi juga langsung mempraktikkan proses menulis, mengambil gambar, hingga mengevaluasi karya mereka sendiri. Harapannya, keterampilan ini dapat diterapkan dalam pengelolaan media sekolah dan media sosial secara positif dan bertanggung jawab,” ujar Kartika Handayani.
Baca Juga: Kuliah Dibilang Scam, Tapi Kenapa Masih Banyak yang Daftar?
Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Sifa Asprianti, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan bermanfaat.
“Kegiatan ini sangat menarik karena ilmu yang didapatkan langsung dipraktikkan, sehingga tidak menjadi sia-sia. Kami jadi lebih paham bagaimana menulis berita, mengambil foto dan video, serta mengelola media sekolah dengan baik,” ujar Sifa Asprianti.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi juga mampu mendorong terbentuknya media sekolah yang aktif, kreatif, dan beretika. Dengan demikian, pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten positif yang turut membangun citra pendidikan di Kecamatan Sungai Kakap.(**)









