Khatulistiwahits– Depok — Bagaimana cara membuat pendidikan tinggi di bidang bisnis digital lebih mudah diakses oleh generasi muda? Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan solusi melalui kebijakan biaya kuliah yang dapat dicicil, memastikan pendidikan berkualitas tetap terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat.
Biaya Kuliah Fleksibel di UNM, Siapkah Generasi Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Digital?
Skema cicilan ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan orang tua merencanakan keuangan pendidikan secara fleksibel, sekaligus memungkinkan mahasiswa fokus pada pengembangan kompetensi bisnis digital tanpa terbebani masalah finansial.
Ketua Program Studi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, menegaskan, kami ingin memastikan kesempatan belajar dan berkembang di bidang bisnis digital dapat diakses lebih luas. Dengan sistem biaya kuliah yang dapat dicicil, mahasiswa dapat fokus pada proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Baca Juga:Kunjungi UniKL, Edutrip UBSI Gelar FGD dan Perluas Jejaring Akademik Global
“Mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM tetap mendapatkan pengalaman belajar optimal, dibekali kompetensi digital marketing, kewirausahaan digital, pengelolaan platform bisnis online, hingga pemanfaatan teknologi untuk pengambilan keputusan bisnis. Kurikulum yang berbasis praktik dan dukungan dosen berpengalaman memperkuat pembelajaran dalam lingkungan akademik inovatif,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (27/2).
Ia menyampaikan bahwa kebijakan biaya kuliah yang dapat dicicil diharapkan mendorong lebih banyak generasi muda untuk berani mengambil langkah menyiapkan masa depan di sektor ekonomi digital yang terus berkembang. Program Studi Bisnis Digital UNM mengedepankan pendidikan berkualitas, harus terjangkau sekaligus menjadi investasi masa depan yang berkelanjutan.
“Dengan inisiatif ini, Universitas Nusa Mandiri semakin memperkuat posisinya sebagai Kampus Digital Bisnis yang adaptif, inovatif, dan berpihak pada kebutuhan mahasiswa di era digital,” tutupnya.(Sintia Ningsih)








