KhatulistiwaHits, Purwokerto — Berawal dari scrolling Instagram saat libur semester, Annida Syamsa Hawa justru menemukan peluang besar yang mengubah hidupnya. Mahasiswa semester 6 Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto ini berhasil menjadi Winner Google Gemini Arena 2026.
Annida mengaku pertama kali mengetahui informasi kompetisi tersebut dari media sosial. Saat itu, ia hanya berniat mengisi waktu luang. Namun setelah mencari tahu lebih dalam mengenai aturan dan cakupan peserta, rasa penasarannya berubah menjadi tantangan.
“Aku langsung tertarik buat ikut, sekalian mengisi waktu luang. Tapi setelah tahu pesertanya dari berbagai negara, jadi semakin tertantang untuk mencoba,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (27/3).
Angkat AI Lewat Komik Edukatif
Dalam kompetisi tersebut, Annida memilih kategori komik edukasi dengan mengangkat tema Artificial Intelligence, khususnya Machine Learning. Ia ingin menyampaikan konsep AI yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami melalui visual yang menarik, sejalan dengan semangat pembelajaran kreatif yang juga didorong oleh UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif.
Ide tersebut juga diperkuat dari pengalamannya mengikuti program studi independen Coding Camp by DBS Foundation pada semester sebelumnya dengan fokus Machine Learning. Menurutnya, AI merupakan teknologi penting yang perlu dikenalkan dengan cara yang lebih ringan dan aplikatif.
Proses pengerjaan karya tidak berjalan instan. Annida mengandalkan teknik prompting dalam menggunakan Gemini AI, yang menurutnya cukup menantang dan membutuhkan ketelitian tinggi.
“Prompt itu tricky, harus detail banget. Mulai dari warna, style komik, karakter, pesan yang ingin disampaikan, sampai layout juga harus dijelaskan,” jelasnya.
Bahkan, sebelum menyusun prompt, ia terlebih dahulu membuat sketsa di atas kertas untuk memvisualisasikan alur dan posisi elemen dalam komik. Selama proses tersebut, ia melakukan trial and error berulang kali hingga mendapatkan hasil yang sesuai harapan.
Dengan waktu sekitar tiga jam eksplorasi intens, Annida akhirnya berhasil menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat secara pesan edukatif. Karyanya menjelaskan bagaimana machine learning bekerja, bahwa AI belajar dari data semakin banyak data, semakin akurat prediksi yang dihasilkan, dan sebaliknya dapat berisiko bias jika data terbatas.
Baca juga: Dari Iseng Saat Libur, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Ini Justru Jadi Juara AI Internasional
Juara di Tengah Ribuan Peserta Global
Dari total 19.035 peserta dari berbagai negara, Annida berhasil keluar sebagai pemenang. Ia mengaku sangat terkejut sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Jujur sangat senang dan tidak menyangka bisa menang di kompetisi sebesar ini. Bisa membawa nama kampus UBSI ke tingkat internasional tentu jadi kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka peluang besar, bahkan hingga level global. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswanya untuk aktif berinovasi di bidang teknologi.











