KhatulistiwaHits, Jakarta — Sebanyak 22 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga aktif mendorong pengembangan inovasi, kepemimpinan, serta literasi teknologi di kalangan mahasiswa.
Google Student Ambassador (GSA) merupakan program duta resmi dari Google yang memilih mahasiswa aktif untuk menjadi perwakilan sekaligus pemimpin komunitas teknologi di lingkungan kampus. Para ambassador ini memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang memperkenalkan teknologi Google terutama kecerdasan buatan seperti Gemini—melalui berbagai workshop dan konten edukasi guna meningkatkan produktivitas akademik mahasiswa.
22 Mahasiswa UBSI Tembus Program Bergengsi Google
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkembang.
“Terpilihnya 22 mahasiswa sebagai Google Student Ambassador 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI memiliki kompetensi, semangat kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi teknologi yang sangat baik. Ini sejalan dengan komitmen kami sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi inovator dan agen perubahan di era digital,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (2/4).
Baca juga: Pendampingan Proposal PKM-K dan P2MW, Strategi UBSI Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa
Kisah Inspiratif dari Mahasiswa UBSI
Sementara itu, salah satu mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Tiara Sari dari Program Studi Informatika UBSI kampus Pontianak. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi di bidang teknologi.
Tiara mengungkapkan bahwa proses seleksi GSA memberikan banyak pengalaman berharga sekaligus membuka peluang untuk berkontribusi lebih luas di komunitas teknologi kampus.
“Alhamdulillah, benar-benar nggak nyangka bisa lolos GSA. Awalnya cuma coba-coba, tapi ternyata hasilnya di luar ekspektasi. Senang banget rasanya, sekaligus jadi pengalaman berharga buat saya. Ini juga jadi tambahan portofolio yang pastinya akan sangat bermanfaat ke depannya. Semoga ke depan bisa terus belajar, berkembang, dan mendapatkan kesempatan-kesempatan baik lainnya,” ungkapnya.
Baca juga: Modal Iseng dan Trial Error, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Jadi Winner Google Gemini Arena 2026
Dari Kampus ke Komunitas Teknologi Global
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UBSI dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Lingkungan pembelajaran yang adaptif dan inovatif menjadi faktor pendukung utama lahirnya mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, keikutsertaan mahasiswa UBSI dalam program GSA diharapkan mampu memperkuat ekosistem teknologi di lingkungan kampus serta mendorong lahirnya lebih banyak inovasi digital yang berdampak bagi masyarakat luas.(Siti Hafizah)















