
Khatulistiwahits–Jumat, 10 Oktober 2025 – Dalam khutbah Jumat hari ini, para khatib di seluruh Indonesia menekankan pentingnya nilai-nilai wasathiyyah atau moderasi dalam Islam sebagai upaya untuk menangkal radikalisasi dan ekstremisme, terutama di tengah berkembangnya pengaruh dunia digital. Islam, dengan ajaran yang mengedepankan keseimbangan, kedamaian, dan toleransi, diharapkan menjadi benteng untuk mencegah penyebaran ideologi-ideologi yang dapat merusak persatuan dan perdamaian.
Di era digital ini, arus informasi begitu cepat dan masif. Media sosial, forum-forum diskusi, serta platform lainnya seringkali menjadi tempat berkembangnya ideologi radikal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keislaman yang moderat. “Kita hidup di dunia yang semakin terhubung, tetapi juga penuh dengan tantangan, salah satunya adalah penyebaran ideologi ekstrem yang memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan kebencian,” ujar Khatib pada khutbah Jumat hari ini.
Khutbah Jumat
Wasathiyyah dalam Islam mengajarkan umat untuk senantiasa berada di tengah-tengah, tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri. Ajaran ini menjadi sangat relevan di tengah-tengah perkembangan dunia digital, di mana narasi yang cenderung memecah belah sering kali lebih banyak muncul dan menjadi viral. “Islam itu moderat, tidak berlebihan, tidak keras. Kita diajarkan untuk berbuat adil dan bijaksana. Dalam konteks digital, kita harus mampu menyaring informasi yang datang dengan bijak,” tambahnya.
Tantangan terbesar dalam menangkal radikalisasi di dunia digital adalah menyaring informasi yang datang dari berbagai sumber. Sering kali, informasi yang tidak jelas sumbernya bisa dengan mudah menyebar, membentuk opini publik yang cenderung mengarah pada pemikiran ekstrem. Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk memanfaatkan internet secara positif, untuk menyebarkan kebaikan dan saling mengingatkan akan nilai-nilai toleransi dan persatuan.
Lebih lanjut, Khatib juga menyoroti peran penting pendidikan agama yang moderat, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat. “Pendidikan agama yang mengajarkan kasih sayang, kedamaian, dan toleransi harus diperkuat. Jangan sampai anak-anak kita terpapar ajaran yang mengarah pada kekerasan atau intoleransi,” tegasnya. Di sinilah peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak agar lebih peka terhadap nilai-nilai moderasi.
Dalam khutbahnya, Khatib mengingatkan pula pentingnya peran teknologi dalam menyebarkan dakwah Islam yang damai dan moderat. Media sosial dan platform online dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan-pesan kedamaian dan persatuan. “Mari kita jadikan dunia digital ini sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, bukan untuk merusak tatanan sosial yang sudah ada,” ujarnya.
Baca Juga:Inspirasi Jum’at: Amalan Kebaikan Peneguh Kehidupan
Selanjutnya, Khatib menyampaikan bahwa tanggung jawab bersama untuk mencegah radikalisasi harus dijalankan oleh semua elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah atau tokoh agama. “Masyarakat harus bisa ikut serta dengan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Selain itu, kita harus aktif dalam melawan narasi kebencian yang dapat merusak kedamaian,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan dalam menangkal ekstremisme di era digital sangat bergantung pada kolaborasi antara semua pihak.
Dalam khutbah tersebut juga diungkapkan bahwa peran penting masjid sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter juga tak bisa dipandang sebelah mata. “Masjid harus menjadi tempat yang memberikan edukasi tentang pentingnya moderasi. Dari sini, kita bisa membangun pemahaman yang benar tentang ajaran Islam yang penuh kedamaian dan kasih sayang,” kata Khatib.
Selain itu, Khatib juga mengajak umat Islam untuk aktif dalam program-program deradikalisasi yang kini digalakkan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan. “Kita harus memberikan perhatian lebih kepada mereka yang terpapar ideologi ekstrem, memberikan pemahaman yang benar tentang Islam, dan menawarkan jalan keluar dari pemikiran yang salah,” tambahnya.
Akhirnya, Khatib menutup khutbah dengan doa agar umat Islam diberikan kekuatan untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai wasathiyyah dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk dan dijauhkan dari segala bentuk ekstremisme yang merusak. Mari kita jaga kerukunan, persatuan, dan kedamaian di dunia digital dan dunia nyata,” tutupnya.(Cherish)








