KhatulistiwaHits.com, Pontianak — Kelompok 7 mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Menguatkan Toleransi Beragama untuk Kehidupan yang Harmonis” pada Senin (19/5). Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 21 Pontianak dan melibatkan siswa-siswi kelas VII sebagai peserta utama.
PKM ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya dalam ranah pendidikan karakter. Mengusung nilai-nilai toleransi beragama, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Tumbuhkan Sikap Toleransi Melalui Edukasi di Sekolah
Tiara Sari, ketua Kelompok 7, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun pemahaman siswa tentang pentingnya hidup rukun meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda. “Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam keberagaman agama,” ujar Tiara.
Ia menambahkan bahwa pendidikan toleransi perlu ditanamkan sejak dini agar terbentuk karakter yang inklusif dan terbuka terhadap perbedaan. Menurutnya, sekolah adalah tempat yang strategis untuk membentuk pola pikir tersebut.

Kelompok 7 yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari tujuh mahasiswa aktif UBSI Kampus Pontianak, yakni Tiara Sari, Sri Rahayu, Siti Hafizah, Hanif Abshar, Nieha Sumaya, Jikri Tulus Junaidi, dan Muhammad Nauval Amri. Seluruh anggota kelompok memiliki peran masing-masing, mulai dari perencanaan kegiatan, penyusunan materi, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dan pengenalan tema, dilanjutkan dengan penyuluhan utama yang disampaikan oleh Siti Hafizah selaku pemateri. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan makna toleransi, pentingnya memahami perbedaan, serta contoh konkret penerapan sikap toleran di sekolah dan lingkungan sosial. “Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tapi juga membangun rasa saling menghormati demi kedamaian bersama,” jelas Siti Hafizah.

Untuk menarik perhatian siswa, penyampaian materi dikombinasikan dengan pendekatan visual dan interaktif. Para peserta diajak untuk berdiskusi, serta mengikuti sesi ice breaking yang menyenangkan. Beberapa siswa tampak aktif bertanya dan memberikan pendapat, menandakan antusiasme mereka terhadap topik yang dibahas.
Sebagai bentuk apresiasi, kelompok mahasiswa memberikan souvenir kepada siswa yang aktif dalam sesi permainan dan diskusi. Hal ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga : Gagal UTBK? Tenang, UBSI Kampus Pontianak Beri Beasiswa Hingga 100%
Untuk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan, panitia memberikan pre-test dan post-test sederhana. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang makna toleransi dan pentingnya menghargai perbedaan antaragama.
“Dengan adanya pre-test dan post-test, kami bisa melihat bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif secara langsung terhadap cara pandang siswa,” ujar Hanif Abshar, salah satu anggota kelompok.
Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, kelompok mahasiswa juga menempelkan poster bertema toleransi beragama di mading sekolah. Poster tersebut berisi pesan-pesan positif dan ilustrasi sederhana yang mengajak siswa untuk menghargai keberagaman.
Media visual ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi siswa setiap kali mereka beraktivitas di lingkungan sekolah. Selain itu, satu paket souvenir juga diserahkan secara simbolis kepada pihak sekolah sebagai bentuk kenang-kenangan dari kegiatan PKM ini.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UBSI Pontianak yang telah memilih SMP Negeri 21 Pontianak sebagai mitra dalam kegiatan PKM mereka. Guru pendamping menyatakan bahwa pendidikan karakter seperti toleransi sangat penting untuk dibina secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mahasiswa datang tidak hanya memberi ilmu, tapi juga mengajak siswa berdiskusi dan berpikir kritis tentang realitas sosial di sekitar mereka,” ujar Aunur Rofiq salah satu guru SMP Negeri 21 Pontianak.
PKM Jadi Wadah Mahasiswa Berkontribusi Nyata bagi Masyarakat
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan pengetahuan akademik, tetapi juga menjalankan fungsi sosial sebagai agen perubahan. Penguatan toleransi beragama di lingkungan pelajar menjadi langkah awal untuk membentuk masyarakat yang harmonis dan damai.
Kelompok 7 berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala, baik di sekolah yang sama maupun di lingkungan lainnya. Mereka juga berharap hasil kegiatan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengangkat isu-isu sosial yang relevan dalam kegiatan pengabdian mereka. (TRS)








