Example 160x600
Example 160x600
PendidikanEventNews

Rembug Nasional APTISI, PTS Siap Songsong Indonesia Emas Tahun 2045

×

Rembug Nasional APTISI, PTS Siap Songsong Indonesia Emas Tahun 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KhatulistiwaHits.com, JAKARTA— Rembug Nasional APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia), diselenggarakan untuk menghasilkan kesepakatan bersama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

Demi menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) akan selenggarakan Rembug Nasional, sekaligus Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-1. Kegiatan akan berlangsung secara luring, pada 1,2 dan 3 Juli 2022 di Bali, tepatnya di Bali Nusa Dua Convention Center, Kawasan Terpadu ITDC NW/1, Nusa Dua Bali.

Rembug nasional ini akan menghadirkan tokoh-tokoh penting Indonesia, tiga tokoh berpengaruh nasional hadir sebagai keynote speaker yakni Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dan Ketua Umum APTISI Pusat, M Budi Djatmiko.

Rembug Nasional APTISI

Seperti yang dikutip KhatulistiwaHIts di laman resmi APTISI, Senin (20/06/2022), dijelaskan dalam gelaran ini akan hadir sebagai narasumber pada tema acara “Digitalisasi Berbasis Blockchain, Tantangan Masa Depan dan Reformasi Pendidikan Tinggi” ini adalah Nadiem Makarim, Mendikbudristek RI, Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dan Ari Purbayanto, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT.

Baca Juga: BKOT 2022: Ajang Temu Orang Tua Calon Mahasiswa Baru dengan Kampus Universitas BSI

Ketua Umum APTISI Pusat, M Budi Djatmiko mengatakan, perguruan tinggi swasta di Indonesia, perlu memiliki satu kesepekatan bersama dalam menyongsong era emas tahun 2045.

“Dimana di era emas ini, tentu banyak generasi muda Indonesia yang notabenenya merupakan para lulusan perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri, perlu berbekal pengetahuan teranyar demi siap hadapi tantangan zaman,” ujarnya pada media, Senin (13/6).

Teknologi blockchain sendiri, katanya menjelaskan, sebagai sebuah isu terkini yang menarik di sebagian kalangan masyarakat. Sebab, saat ini banyak sektor kehidupan masyarakat yang memanfaatkan perkembangan teknologi dari blockchain ini.

“Semakin maraknya teknologi berbasis blockchain, maka perguruan tinggi sebagai tonggak awal tumbuhnya generasi, perlu mempersiapkan SDM yang kompeten di bidang teknologi digital berbasis blockchain ini. Agar mereka paham dan bermanfaat dalam perkembangan zaman, terlebih, dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia serta era emas di tahun 2045 nanti,” jelasnya.

Rembug Nasional APTISI Ajak PTS Duduk Bersama Cari Solusi Perguruan TInggi

Acara rembug nasional ini, ungkapnya, mengajak seluruh perguruan tinggi swasta untuk duduk bersama menyelesaikan berbagai solusi atas permasalahan perguruan tinggi Indonesia khususnya perguruan tinggi swasta, untuk disampaikan kepada Presiden, DPR RI, Kementerian Pendidikan dan pihak terkait.

Selain itu, Budi juga mengatakan, dalam rembug nasional nanti, APTISI-Edufecta akan memberikan hibah berbentuk software SIM Manajemen Terpadu Perguruan Tinggi seharga 5 miliar.

Hibah tersebut akan diberikan ke seluruh kampus swasta, yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan yang hadir di Bali.

“Kami juga akan memberikan seri buku Manajemen seharga kurang lebih Rp 1 juta rupiah, bagi 1000 peserta pendaftar pertama. Dan akan menerapkan tanggal 2 Juli sebagai hari kebangkitan pendidikan swasta Indonesia, untuk diperingati setiap tahun, sebagai nilai motivasi, kemajuan dan kebersamaan kampus-kampus swasta Indonesia,” jelas Budi.

Prof Budi melanjutkan, kegiatan tersebut juga bakal menjadi wadah bagi PTS yang ingin menyampaikan aspirasi mengenai sejumlah permasalahan. 

“Pada acara Rembug Nasional dan RPPP APTISI Ke-1 ini, agar dapat menyelesaiakn semua permasalahan PTS secara tuntas, ” katanya. 

Hingga kini, kata Prof Budi jumlah pendaftar sudah mencapai 600 lebih peserta dan pendaftaran masih tetap dibuka hingga memenuhi kapasitas kursi 2.500 peserta. 

Baca Juga: Hadiri RAKORDA LLDIKTI 3 DKI Jakarta, Universitas BSI Sukses Raih 3 Penghargaan

Beberapa persoalan yang akan muncul dan dibahas pada Rembug Nasionsl Aptisi 2022 menurut Prof Budi di antaranya, 

  1. Pembubaran LAM PT, akibat pembayaran yg mahal; dijadikan ajang bisnis.
  2. Uji kompetensi pendidikan kesehatan, yang tidak sesuai UU Dikti;
  3. Sulit dan lamanya perizinan prodi dan pengabungan PTS hingga bertahun-tahun. 
  4. Masalah pajak PTS/yayasan; PBB yang masih dipungut oleh Pemda dan Pph yang dijadikan objek meningkatkan pendapatan negara.
  5. Permasalahan ijin belajar Dosen;
  6. Dikotomi PTN/PTS; 
  7. Resvisi UU sisdiknas, yg tertutup;
  8. Digitalisasi Kampus, yg menantang, dll.

Baca Juga:Pesparawi Nasional XIII 2022 Digelar di Yogyakarta, Sri Paduka Merasa Dilematis

Semoga dengan event Rembug Naional APTISI dan sekaligus Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-1, akan menghasilkan keputusan bersama dari seluruh PTS di Indonesia, demi memecahkan masalah yang selama ini dihadapi oleh Perguuruan Tinggi Swasta. (DST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *