Example 160x600
Example 160x600
InspirasiLifestyle

Buku Filosofi Teras Kenalkan Filsafat Yunani-Romawi Kuno 300SM-200M

×

Buku Filosofi Teras Kenalkan Filsafat Yunani-Romawi Kuno 300SM-200M

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KhatulistiwaHitsBuku Filosofi Teras memperkenalkan filsafat Yunani-Romawi kuno “Stoic” yang berkembang 300SM-200M, saat ini mulai trending kembali.

“Apakah filsafat ini sudah “jadul” dan tidak kekinian lagi? Melalui interview dengan pakar dan tokoh gw menemukan sebaliknya. Siapa saja mereka?” ujar Henry dalam cuitannya. pic.twitter.com/5daMuGDH2w

— Henry Manampiring (@newsplatter) November 15, 2018

Sebelum berbicara mengenai Inspirasi yang terkandung dalam Buku Filosofi Teras, bagi sebagian kaum muda, kekuatan mental merupakan masalah utama yang saat ini sedang mereka hadapi. Mereka terkadang belum tahu bagaimana cara memperkuat mental mereka di tengah banyaknya guncangan yang sedang mereka hadapi.

Isi dari buku karya Henry Manampiring yang akrab disapa Om Piring di media sosial ini menghadirkan sebuah pandangan baru tentang generasi milenial untuk menghadapi masa depan. Buku berjudul “Filosofi Teras: Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini” (Penerbit Buku Kompas, 2019) merupakan suatu buku kumpulan dari filsuf Yunani kuno yang bisa diadaptasi untuk anak milenial sekarang.

Om Piring tak ingin menyimpan pengetahuannya tentang stoisisme sendirian. Ia meng-Indonesia-kan stoisisme jadi filosofi teras, agar lebih akrab dengan lidah Indonesia.

Baca Juga:Sejarah dan Makna Hari Ibu 22 Desember

Menelisik sejarahnya, di Athena masa Yunani kuno 300 tahun sebelum Masehi atau 2300 tahun yang lalu, Zeno, pelopor filsafat stoa, kerap mengajar filosofinya di teras berpilar, yang dalam bahasa Yunani disebut “stoa”. Jadilah versi Indonesia-nya, filosofi teras.

Buku Filosofi Teras
Zeno Tokoh Filsafat Stoicism (Foto:iqra.id)

Inspirasi Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring

Berikut ini adalah beberapa inspirasi yang bisa sobat adaptasi sebagai kaum muda melalui buku Filosofi Teras:

  1. Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apa pun yang dia mau. Tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki. Dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima;
  2. Kita tidak bisa memilih situasi kita. Tetapi kita selalu bisa menentukan sikap (attitude) kita atas situasi yang sedang dialam;
  3. Tidak ada peristiwa yang betul-betul “kebetulan”;
  4. Positive thinking “menipu” pikiran kita, beranggapan seolah-olah kita sudah mencapai apa yang kita inginkan. Sehingga melemahkan keuletan kita dalam berusaha mencapainya;

Baca Juga:10 Inspirasi Kebaya Wisuda Elegan dan Kekinian, Juga Buat Yang Berhijab

5. Percuma juga kita aktif secara sosial, tetapi tidak menggunakan nalar. Dan bahkan sampai dikuasai emosi negatif, seperti marah, dengki dan iri hati;

6. Umumnya masalah anak muda adalah dengan teman dekat, best friend mereka atau hubungan dengan kolega di pekerjaan;

7. Jangan hanya berkata kamu sudah membaca banyak buku. Tunjukkan bahwa melalui buku-buku tersebut kamu telah belajar untuk berpikir lebih baik, menjadi seseorang yang bijak memilih, memilah, dan merenung;

8. Jika terus menerus membandingkan diri dengan pendapat orang, kita tidak akan pernah benar-benar merasa kaya, seberapa banyak pun harta yang sudah kita kumpulkan;

9.Kemampuan mental kita memang mirip dengan otot. Kebiasaan berpikir bisa dilatih seperti mengangkat barbel atau lari maraton semakin sering dilatih, maka semakin kuat;

10. Positive thinking “menipu” pikiran kita, beranggapan seolah-olah kita sudah mencapai apa yang kita inginkan, sehingga melemahkan keuletan kita dalam berusaha mencapainya. Namun, sebaliknya, sekadar menyuruh orang berpikir realistis saja juga tidak memberikan hasil yang lebih baik.(**KH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *