KhatulistiwaHits, Jakarta — Salah satu dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil lulus dalam Program Training of Trainer (ToT) Calon Fasilitator Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini berlangsung pada 10–15 Juni 2025 di Hotel Millenium, Jakarta.
Tujuan dan Peserta Program ToT Pembelajaran Digital
Program ToT ini bertujuan menyiapkan fasilitator pembelajaran digital yang mampu mendampingi guru-guru di tingkat pendidikan menengah dalam mengimplementasikan materi koding dan kecerdasan buatan di sekolah. Total sebanyak 138 peserta dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti pelatihan intensif ini, termasuk dosen UBSI yang berhasil menyelesaikan program dengan baik.
Baca juga: ToT AI Inovatif 2025: UBSI Pontianak Gandeng PT Borneo Istimewa Bahas Magang
Dr. Muhammad Muchlas Rowi, selaku Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, turut hadir dan memberikan arahan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya peran pendidik dalam menguasai teknologi.
“Penguasaan teknologi bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga alat untuk membentuk karakter dan kontrol diri. Di era digital, pendidik harus siap menjadi agen perubahan,” tegasnya.
Muhammad Sony Maulana, Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak, yang turut mengikuti kegiatan ini, juga menyampaikan pengalamannya. Ia mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru dan memperkuat kompetensinya dalam bidang koding dan kecerdasan buatan.
“Kegiatan ToT ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Materi yang disampaikan tidak hanya teknis, tetapi juga disusun secara pedagogis agar bisa diterapkan langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Saya siap berbagi dan mendampingi guru-guru di lapangan,” ungkapnya.
Keberhasilan dosen UBSI ini menunjukkan komitmen kampus dalam peningkatan kompetensi
Keberhasilan dosen UBSI dalam program ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik, khususnya di bidang teknologi digital. Hal ini sejalan dengan capaian UBSI yang baru saja meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul, yang menegaskan posisi UBSI sebagai kampus berkualitas nasional dan berdaya saing tinggi.
Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, dosen UBSI yang lulus ToT siap mengambil peran aktif sebagai fasilitator, mendampingi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dalam mengimplementasikan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial secara efektif dan menyenangkan.(TRS)















