KhatulistiwaHits, Pontianak – Sebanyak puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mandiri Pontianak mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bidang Animasi yang digelar selama empat hari, mulai 1 hingga 4 April 2026. Kegiatan krusial ini diperkuat dengan kehadiran Yoki Firmansyah dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak, yang didapuk sebagai penguji ahli.
Fokus utama pengujian meliputi kemampuan modeling 3D dan pembuatan animasi menggunakan aplikasi Blender, sesuai dengan standar industri kreatif terkini.
Uji Kompetensi Jadi Ajang Pembuktian Skill
Pelaksanaan UKK yang berlangsung di Jalan Tanjung Raya II / Sami Sumping, Kecamatan Pontianak Timur, ini menjadi ajang pembuktian keterampilan siswa dalam menciptakan objek tiga dimensi, mengembangkan karakter, hingga menghidupkan animasi.
Yoki Firmansyah, selaku penguji, menekankan bahwa Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk kesiapan dan daya saing siswa di dunia industri kreatif.
“Uji kompetensi ini bukan hanya sekadar penilaian, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia industri, khususnya di bidang animasi yang terus berkembang pesat,” ujarnya dalam rilis yang di terima pada Kamis (9/4) di Pontianak.
Menariknya, dalam gelaran UKK kali ini, tercatat sejumlah siswa telah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan lolos menjadi mahasiswa UBSI Pontianak melalui jalur beasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari proses pembelajaran dan pengujian yang dilakukan mampu membuka peluang nyata ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Baca juga: Siap Kerja? UBSI Kampus Pontianak Hadirkan Campus Recruitment Bersama PT Trans Hybrid Communication
Menanggapi capaian tersebut, Yoki Firmansyah menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap para siswa yang berhasil meraih kesempatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi siswa yang sudah berhasil lolos menjadi mahasiswa UBSI Pontianak melalui jalur beasiswa. Harapannya, mereka dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang animasi dan ke depan menjadi animator-animator unggul yang mampu memajukan industri animasi, khususnya di Kota Pontianak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yoki juga mendorong para calon animator muda untuk berani mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam karya mereka.
“Saya berharap para peserta nantinya tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu mengangkat dan menggambarkan kekayaan budaya Kota Pontianak ke dalam karya animasi mereka, sehingga identitas lokal dapat dikenal lebih luas,” tutupnya.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan talenta lokal di bidang digital kreatif.
Kolaborasi SMK dan Kampus Perkuat Kualitas Lulusan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Mandiri Pontianak, Budi Harianto, menyambut positif kolaborasi ini.
“Kehadiran penguji dari dunia perguruan tinggi seperti UBSI Pontianak memberikan perspektif industri dan akademik yang sangat dibutuhkan siswa. Ini membantu memastikan bahwa kompetensi yang diuji benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan lanjutan,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara SMK dan perguruan tinggi dapat terus terjalin kuat.
Senada dengan itu, guru pengampu mata pelajaran animasi, Mildan, mengungkapkan kebanggaannya.
“Kami melihat perkembangan yang sangat signifikan dari siswa, baik dari sisi teknik modeling maupun animasi. Uji kompetensi ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dan menghasilkan karya yang berkualitas,” ujarnya.
Mildan menambahkan, keberhasilan siswa meraih beasiswa ke UBSI menjadi motivasi besar bagi rekan-rekan mereka.
Kegiatan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa dan menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kreatif. Kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang animasi serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri kreatif di Indonesia.(Tiara Sari)















