KhatulistiwaHits, Pontianak — Dalam upaya mendukung transformasi digital di sektor pelayanan publik, Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak sukses menggelar IT Bootcamp bertema “Transformasi Digital: Integrasi IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan” pada Senin (21/7). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Informatika UBSI kampus Pontianak dan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (24/7).
Pemanfaatan AI dan IoT dalam Pelayanan Publik
Kegiatan ini menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat serta menghadirkan praktisi teknologi berpengalaman, sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan digital.
Reza Afrizal, selaku Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kalbar, menyampaikan materi bertajuk “Pemanfaatan AI di Era Pemerintah Digital: Transformasi Pelayanan Publik di Era 5.0”. Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi konsep masa depan, tetapi sudah diimplementasikan dalam berbagai sistem layanan publik.
“AI bukan hanya konsep futuristik, tetapi sudah diimplementasikan untuk menyederhanakan birokrasi. Contohnya adalah chatbot Diska yang kami kembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi layanan pemerintah,” jelas Reza dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7).
Lisnawanty, selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Informatika UBSI kampus Pontianak, menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang aplikatif.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami implementasi nyata teknologi di dunia kerja, khususnya dalam konteks pelayanan publik berbasis digital,” ungkapnya.
“IT Bootcamp ini menjadi sarana yang efektif bagi mahasiswa untuk terjun langsung melihat bagaimana IoT dan AI dimanfaatkan oleh instansi pemerintahan,” tambah Lisnawanty.
Selain sesi pemaparan, mahasiswa juga mengikuti demonstrasi dan hands-on project bersama dosen sekaligus praktisi teknologi, Ir. Nanda Diaz Arizona. Pada sesi ini, mahasiswa mengembangkan solusi teknologi berbasis IoT dan AI, termasuk presentasi inovasi Sistem SEKAT oleh dua mahasiswa berprestasi, Herman Firmansyah dan Rizky Syahwal Ludiansyah.
Baca juga: UBSI Pontianak Gelar Sertifikasi Kompetensi: Siapkan Lulusan Unggul dan Tersertifikasi Nasional
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap integrasi teknologi, tetapi juga menunjukkan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi era pemerintahan digital dan revolusi industri 5.0.(Tiara Sari)















