Example 160x600
Example 160x600
OlahragaNews

Akhir Kisah Mohamed Salah di Liverpool, Rekor dan Warisannya Akan Abadi di Anfield

×

Akhir Kisah Mohamed Salah di Liverpool, Rekor dan Warisannya Akan Abadi di Anfield

Sebarkan artikel ini
Mohamed Salah
Example 468x60

Khatulistiwahits – Malam emosional menyelimuti Anfield ketika Mohamed Salah memainkan laga terakhirnya bersama Liverpool. Setelah sembilan tahun penuh kejayaan, sang “Raja Mesir” akhirnya resmi mengakhiri perjalanannya bersama The Reds pada akhir musim 2025/2026.

Bagi jutaan pendukung Liverpool di seluruh dunia, kepergian Salah bukan sekadar perpisahan pemain bintang. Ini adalah akhir dari sebuah era emas yang telah mengubah wajah Liverpool modern.

Tangis Salah Pecah di Anfield

Laga kontra Brentford menjadi momen terakhir Mohamed Salah mengenakan seragam merah kebanggaan Liverpool di Anfield. Atmosfer stadion berubah haru ketika namanya diteriakkan ribuan suporter sepanjang pertandingan.

Meski gagal mencetak gol, Salah tetap memberi kontribusi penting lewat assist untuk Curtis Jones. Assist tersebut menjadi assist ke-93 miliknya di Premier League bersama Liverpool, sekaligus melewati rekor Steven Gerrard sebagai pemberi assist terbanyak klub di liga.

Saat ditarik keluar lapangan, Salah terlihat menahan air mata. Ia berlutut di lapangan sambil menatap tribun Anfield sebelum memeluk rekan-rekannya satu per satu. Momen itu langsung menjadi simbol perpisahan emosional salah satu legenda terbesar Liverpool.

Warisan Besar Sang Raja Mesir

Mohamed Salah datang ke Liverpool pada 2017 dari AS Roma dengan banyak keraguan. Namun dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi ikon baru klub.

Selama sembilan musim di Anfield, Salah mencatatkan:

  • 257 gol untuk Liverpool
  • 442 penampilan
  • 8 trofi utama
  • 4 Golden Boot Premier League
  • 2 gelar Premier League
  • 1 trofi Liga Champions UEFA

Ia juga menjadi:

  • Top skor asing sepanjang sejarah Premier League
  • Pemain Afrika tersubur di Liga Champions
  • Salah satu winger terbaik dalam sejarah sepak bola modern

Di Liverpool, Salah bukan hanya mesin gol. Ia menjadi simbol kebangkitan klub di era Jürgen Klopp dan membawa The Reds kembali menjadi kekuatan elite Eropa.

Mohamed Salah
Foto: Reuters/Peter Powell

Salah dan Liverpool, Kisah yang Sulit Dipisahkan

Bagi fans Liverpool, Salah memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan kota dan klub. Dalam pernyataan resminya, Salah mengaku ingin mengumumkan kepergiannya lebih awal sebagai bentuk rasa hormat kepada para pendukung Liverpool.

Baca Juga: Persib Bandung Juara Super League 25/26 Setelah Drama Sengit di Pekan Terakhir

Salah juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba mengubah keputusan untuk pergi, namun pada akhirnya merasa waktunya di Liverpool memang sudah selesai.

“Saya tidak menyesal,” ungkap Salah dalam kisah perpisahan Liverpool.

Ucapan itu menggambarkan bagaimana ia pergi dengan damai setelah memberikan segalanya untuk klub.

Akhir Era Besar Liverpool

Kepergian Mohamed Salah juga menandai berakhirnya generasi emas Liverpool yang dibangun sejak 2017. Bersama pemain seperti Virgil van Dijk, Alisson Becker, Roberto Firmino, Sadio Mane, hingga Andy Robertson, Salah membawa Liverpool kembali menjuarai Premier League dan Eropa setelah penantian panjang.

Kini Liverpool menghadapi tantangan besar untuk menemukan sosok pengganti pemain yang selama hampir satu dekade menjadi pusat permainan mereka.

Banyak pihak meyakini warisan Salah di Anfield akan sangat sulit digantikan.

Legenda yang Akan Selalu Dikenang

Mohamed Salah mungkin akan meninggalkan Liverpool, tetapi namanya akan tetap hidup di Anfield.

Gol-gol ikonik, selebrasi khas, kecepatan di sisi kanan, hingga malam-malam magis Liga Champions akan terus dikenang para Kopites selama bertahun-tahun.

Ketika “You’ll Never Walk Alone” berkumandang di Anfield untuk terakhir kalinya bagi Salah, dunia sepak bola menyadari satu hal: Liverpool baru saja kehilangan salah satu legenda terbesar dalam sejarah mereka.