Example 160x600
Example 160x600
Berita

Rutinitas Jumat Penuh Makna di Sekolah Prestasi Global: Shalat Dhuha & Nasihat Islami 2025

×

Rutinitas Jumat Penuh Makna di Sekolah Prestasi Global: Shalat Dhuha & Nasihat Islami 2025

Sebarkan artikel ini
selolah prestasi global
Example 468x60

Khatulistiwa–Depok – Sebagai bagian dari komitmen membentuk karakter islami dan kebiasaan positif sejak dini, Sekolah Prestasi Global rutin melaksanakan kegiatan shalat dhuha dan pembiasaan Jumat berkah bersama seluruh siswa dan guru. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas sekolah yang mencerminkan nilai-nilai sebagai modern Islamic school.

Setiap Jumat pagi, halaman sekolah disulap menjadi ruang spiritual terbuka. Siswa dari jenjang TK hingga SMP bersama para guru berkumpul untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan surat pendek, dzikir, serta nasihat Jumat yang disampaikan oleh guru atau siswa terpilih.

 Foto Dari: (https://www.prestasiglobal.id/)

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Menurut Kepala Sekolah Prestasi Global, Ibu Dewi Fatimah, S.Pd, kegiatan Jumat pagi ini dirancang sebagai momen untuk membentuk karakter spiritual, melatih kedisiplinan, dan menanamkan rasa cinta pada ibadah sejak usia dini. “Kami ingin siswa merasakan bahwa ibadah itu menyenangkan dan bisa dilakukan bersama-sama dengan bahagia,” ujarnya.

Sebagai sekolah Islam modern, Prestasi Global menggabungkan pendekatan teknologi dan pembelajaran kekinian dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Rutinitas Jumat menjadi salah satu ciri khas yang menunjukkan integrasi antara pendidikan karakter, religiusitas, dan kehidupan sosial.

Baca Juga:Siswa SD Prestasi Global-Depok  Giatkan Program Jumat Bersih

Tak hanya siswa, para guru dan staf sekolah juga terlibat aktif. Mereka memberikan contoh langsung dalam beribadah dan berinteraksi, menciptakan suasana positif yang inspiratif. Banyak orang tua siswa mengaku senang karena anak-anak mereka jadi terbiasa bangun pagi, disiplin, dan tidak malu lagi menjalankan ibadah di tempat umum.

Uniknya, kegiatan Jumat di Prestasi Global juga sering diisi dengan sesi “sharing kebaikan”, di mana siswa dapat membagikan pengalaman ibadah mereka di rumah, membantu orang tua, atau bahkan berbagi sedekah kecil. Hal ini mendorong semangat berbagi dan empati sejak dini.

Salah satu siswa kelas 5 SD, Arkan, mengatakan ia senang mengikuti kegiatan ini karena bisa shalat berjamaah bersama teman-teman dan mendengarkan cerita-cerita inspiratif dari guru. “Aku jadi semangat bangun pagi tiap Jumat,” ujarnya sambil tersenyum.

Kegiatan Jumat berkah dan shalat dhuha ini sejalan dengan visi Sekolah Prestasi Global untuk mencetak generasi berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal iman serta ilmu pengetahuan.

Dengan pendekatan yang konsisten, kegiatan ini diharapkan menjadi budaya positif yang melekat dalam diri siswahingga dewasa nanti. Sekolah pun berencana mengembangkan kegiatan keislaman lainnya seperti sedekah Jumat rutin, mentoring spiritual, dan pelatihan khotbah untuk siswa SMP.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Prestasi Global tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga membangun pondasi karakter dan spiritual yang kuat — selaras dengan identitasnya sebagai modern Islamic school yang unggul dan adaptif di era digital.

Sekolah Prestasi Global, Sebagai Modern Islamic School, Laksanakan Rutinitas Jumat dan Shalat Dhuha Berjamaah

Suara langkah kaki kecil terdengar bersahutan menuju aula sekolah. Di bawah cahaya matahari pagi, siswa Sekolah Prestasi Global berbaris rapi dengan wajah ceria. Seperti biasa, setiap Jumat, mereka berkumpul untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah—salah satu rutinitas unggulan yang menjadi identitas sekolah Islam modern ini.

Dengan mengenakan seragam batik dan peci atau jilbab rapi, para siswa dari jenjang TK hingga SMP melaksanakan shalat dhuha dengan penuh khidmat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama dan nasihat Jumat yang disampaikan oleh guru atau siswa terjadwal. Suasana terasa hangat dan mendamaikan, jauh dari kesan kaku.

“Setiap Jumat pagi itu spesial. Anak-anak bukan hanya beribadah, tapi juga belajar tentang nilai-nilai hidup, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujar Ibu Dewi Fatimah, S.Pd., Kepala Sekolah Prestasi Global. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembiasaan karakter yang terus ditanamkan sejak dini.

Bagi siswa, kegiatan ini bukan beban, justru jadi momen yang ditunggu. “Aku suka karena habis shalat biasanya ada cerita dari guru yang seru, kayak kisah sahabat Nabi atau motivasi buat jadi anak baik,” kata Najwa, siswi kelas 3 SD, sambil tersenyum malu-malu.

Suasana kekeluargaan terlihat jelas. Guru tidak hanya mengawasi, tapi ikut duduk di barisan depan, menjadi teladan dalam ibadah dan sikap. Sering terdengar tawa kecil saat sesi interaktif, terutama saat siswa diajak berbagi pengalaman atau menjawab kuis ringan setelah tausiyah.

Rutinitas Jumat ini juga disambut positif oleh orang tua. Pak Rizal, wali murid siswa kelas 2, mengaku anaknya jadi lebih semangat bangun pagi di hari Jumat. “Biasanya susah bangun, tapi kalau Jumat dia bangun sendiri, langsung bilang ‘Aku mau shalat dhuha bareng teman-teman’,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Sekolah Prestasi Global juga menanamkan budaya “sharing kebaikan”, yaitu sesi singkat di mana siswa bercerita tentang kebaikan kecil yang mereka lakukan, seperti membantu ibu, memberi sedekah, atau menjaga kebersihan masjid. Ini mendorong empati dan kebiasaan positif.

Sebagai sekolah Islam modern, Prestasi Global menggabungkan pendekatan digital dengan nilai-nilai keislaman. Rutinitas seperti ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai spiritual. “Kami ingin anak-anak kami cerdas, tapi juga berakhlak. Tidak hanya pintar secara akademik, tapi punya hati yang lembut dan peduli,” tambah Ibu Dewi.

Dengan konsistensi kegiatan seperti shalat dhuha berjamaah, Sekolah Prestasi Global terus membentuk generasi yang seimbang: cerdas, beriman, dan siap menghadapi tantangan zaman. Rutinitas Jumat ini hanyalah satu dari sekian langkah nyata menuju visi tersebut—membentuk pelajar masa depan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.( Kiara Alma Nafasha)