Khatulistiwahits, Pontianak, 11 Oktober 2025 — Ponpes Darunna’im Putri Pontianak menjadi saksi semangat baru generasi muda dalam memahami dunia teknologi masa depan. Melalui kegiatan bertajuk Kelas Kecerdasan Artifisial, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Pontianak sukses menghadirkan suasana belajar yang inspiratif, interaktif, dan penuh semangat digital.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (11/10) sejak pukul 08.00 WIB ini menghadirkan dua trainer utama, Syahri Ramadhan dan Yoki Firmansyah, yang dikenal aktif dalam gerakan literasi digital dan edukasi kecerdasan buatan di kalangan pelajar. Keduanya menyajikan materi dengan gaya komunikatif dan aplikatif, membuat konsep AI yang rumit terasa sederhana dan dekat dengan keseharian peserta.

Dalam sambutannya, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, selaku Koordinator Wilayah Mafindo Pontianak menegaskan pentingnya pemahaman teknologi bagi santri di era modern. “Santri masa kini tidak cukup hanya cerdas spiritual, tapi juga harus cerdas digital. AI bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipahami dan dimanfaatkan secara bijak,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Kelas ini juga didukung oleh tim asisten trainer: Nur Hasannah, Dedi Saputra, Muhamad Iqbal dan Eka Prayudi. Keempatnya berperan penting dalam membantu peserta memahami praktik langsung penggunaan kecerdasan buatan dalam konteks pendidikan, dakwah, dan pemberantasan hoaks.
Baca Juga: UBSI Pontianak Sukses Gelar Campaign One Hour Code, Mahasiswa Siap Tangguh di Era AI
Dengan gaya pembelajaran kolaboratif, peserta diajak melakukan simulasi sederhana seperti mengenali pola teks dan gambar menggunakan model AI dasar. Aktivitas ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat dakwah dan edukasi yang efektif jika digunakan dengan niat dan pengetahuan yang tepat.

Host acara, Wanty Eka Jayanti, berhasil menjaga suasana tetap hidup dan menyenangkan. Ia menuntun alur kegiatan dengan penuh energi, memastikan setiap sesi berjalan lancar dan peserta terlibat aktif dalam diskusi maupun tanya jawab.
PIC AIGT Syarifah Desy Safitri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program AI Goes to School, inisiatif nasional yang bertujuan memperkenalkan literasi kecerdasan buatan ke lingkungan pendidikan, terutama pesantren dan sekolah berbasis nilai keagamaan. Tujuannya: menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu berpikir kritis dalam menghadapi banjir informasi.
Selain belajar tentang AI, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali hoaks dan manipulasi digital. Hal ini sejalan dengan misi Mafindo dalam membangun masyarakat yang tahan terhadap disinformasi di ruang maya.
Menutup kegiatan, Yoki Firmansyah mengajak seluruh peserta untuk terus mengeksplorasi potensi teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. “Kecerdasan buatan boleh canggih, tapi kecerdasan hati tetap nomor satu. Santri harus menjadi contoh bagaimana teknologi digunakan dengan akhlak,” pesannya.
Kelas yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan sesi foto bersama, simbol kebersamaan antara dunia pendidikan tradisional dan semangat inovasi digital. Dari Pondok Pesantren Darunna’im Putri, semangat AI dan literasi digital kini resmi menyala di hati para santri Pontianak.(DST)









