KhatulistiwaHits, Pontianak — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan dunia industri. Dosen Program Studi Informatika UBSI kampus Pontianak menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Istimewa pada Senin (2/2). Pertemuan ini dilaksanakan di salah satu kafe di Kota Pontianak dalam menyiapkan pengembangan aplikasi digital khusus untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.
Dosen Informatika UBSI dan PT Borneo Istimewa Siapkan Aplikasi Digital
Kolaborasi tersebut melibatkan Muhammad Iqbal, dosen Prodi Informatika UBSI kampus Pontianak, bersama CEO PT Borneo Istimewa, Edi Suprianto. Keduanya terlibat dalam diskusi awal terkait perumusan aplikasi yang difokuskan pada pengelolaan keuangan UMKM.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi UMKM, khususnya terkait pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan usaha yang sebagian besar masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat pengambilan keputusan usaha secara tepat dan berkelanjutan.
Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan bentuk nyata penerapan keilmuan di bidang informatika untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, banyak UMKM memiliki potensi besar, namun terkendala dalam pencatatan keuangan, laporan arus kas, hingga evaluasi usaha.
“Aplikasi yang akan dikembangkan dirancang sederhana, mudah digunakan, dan menyesuaikan karakter UMKM lokal. Harapannya, pelaku usaha dapat lebih tertib dalam mengelola keuangan serta memiliki data yang jelas untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima di Pontianak pada Kamis (5/2).
Sementara itu, Edi Suprianto menegaskan bahwa berdasarkan pengalamannya mendampingi UMKM, persoalan pengelolaan keuangan menjadi tantangan paling mendasar. Banyak pelaku usaha belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga menyulitkan proses pengembangan bisnis.
“Melalui kerja sama ini, kami sepakat menghadirkan solusi digital yang benar-benar dibutuhkan UMKM. Aplikasi ini tidak hanya menjadi alat pencatatan, tetapi juga pendamping agar UMKM dapat naik kelas,” ungkapnya.
Baca juga : Mengenal Kampus Terakreditasi Unggul di Pontianak, Kenapa Penting bagi Calon Mahasiswa?
Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengembangkan aplikasi pengelolaan keuangan UMKM yang dapat digunakan sebagai alat pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan sederhana, serta evaluasi kinerja usaha. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi digital bagi UMKM di Kalimantan Barat dalam menghadapi persaingan dan mendorong transformasi digital.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat peran UBSI kampus Pontianak yang aktif membangun sinergi dengan dunia industri dan masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi informasi. (Tiara Sari)















