KhatulistiwaHits, Pontianak – Semangat kolaborasi, edukasi, dan penguatan karakter mewarnai pelaksanaan Indonesia Cerdas Fest 2026 yang digelar di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak. Kegiatan yang menjadi wadah pengembangan wawasan dan pembinaan generasi muda ini dilaksanakan pada Selasa (24/2) di Aula UBSI kampus Pontianak, Jalan Abdul Rahman Saleh No.18, Pontianak Tenggara.
Indonesia Cerdas Fest 2026 menghadirkan rangkaian agenda yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai spiritual mahasiswa. Melalui konsep kegiatan yang kolaboratif dan inspiratif, acara ini menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi sekaligus integritas diri di tengah tantangan era digital.
Momen Kebersamaan: Ngabuburit dan Tausyiah
Sebagai penutup, kegiatan ditutup dengan momen ngabuburit yang diisi tausyiah Ramadan dan buka puasa bersama civitas akademika. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika mahasiswa, dosen, dan pengelola kampus berkumpul dalam satu forum refleksi spiritual.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Muhammad Fadhly Akbar menyampaikan materi tentang perbedaan antara setan dan hawa nafsu dalam memengaruhi manusia.
“Setan adalah makhluk yang menggoda dari luar diri manusia melalui bisikan dan ajakan untuk melakukan keburukan serta menjauh dari ketaatan. Sementara itu, hawa nafsu berasal dari dalam diri manusia berupa dorongan atau keinginan yang jika tidak dikendalikan dapat membawa pada perilaku berlebihan dan melanggar batas,” jelasnya saat mengisi sesi tausyiah Ramadan.
Ia menambahkan bahwa pengaruh setan dapat dihadapi dengan memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk perlindungan diri. Adapun hawa nafsu perlu dikendalikan melalui latihan kesabaran, disiplin diri, serta penguatan iman agar tidak mudah terjerumus pada hal-hal yang merugikan.
Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Gelar Indonesia Cerdas Fest 2026, Wujudkan Generasi Inovator Digital
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tausyiah yang disampaikan secara komunikatif memberikan pemahaman mendalam sekaligus penguatan moral bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kehidupan akademik maupun sosial.
Melalui Indonesia Cerdas Fest 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki wawasan luas, serta berkarakter kuat. Penutupan kegiatan dengan tausyiah dan buka puasa bersama menjadi simbol keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual yang terus dikembangkan di lingkungan kampus.(Tiara Sari)















