KhatulistiwaHits, Pontianak – Suasana belajar terasa hidup di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pontianak ketika pelajar dari berbagai sekolah berkumpul untuk mengikuti pelatihan “Literasi Digital dan Berpikir Kritis di Era Artificial Intelligence (AI)” pada Kamis (6/11). Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami cara menggunakan teknologi secara lebih cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
Memperkuat Literasi Digital Pelajar Pontianak
Pelatihan disampaikan oleh Yoki Firmansyah, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak sekaligus anggota Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Pontianak. Ia mengajak para peserta melihat literasi digital bukan hanya sebagai kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi juga kecakapan memilah informasi, menjaga jejak digital, serta memahami dampak etis dari penggunaan teknologi berbasis AI.
“Generasi muda saat ini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Maka dari itu, mereka harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” jelasnya dalam rilis yang diterima, Minggu (16/11).
Dalam sesi materi, Yoki menekankan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi mereka yang siap beradaptasi dan terus belajar. Pemahaman terhadap cara kerja AI dinilai dapat mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang bermanfaat di bidang pendidikan, bisnis digital, maupun inovasi sosial.
Baca juga: Wisuda ke-17 UBSI Kampus Pontianak Hadirkan Sentuhan AI dan Budaya Lokal, Kukuhkan 297 Lulusan
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison bekerja sama dengan Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa Pontianak ini semakin hidup melalui diskusi interaktif. Para pelajar terlihat antusias bertanya tentang penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara mengenali informasi palsu yang dihasilkan teknologi.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif melihat kegiatan seperti ini sebagai bagian dari upaya memperluas literasi digital di masyarakat. Dengan pendekatan yang aplikatif dan dialogis, pelatihan ini diharapkan mendorong pelajar di Kota Pontianak untuk lebih kritis dan siap menghadapi era kecerdasan buatan yang terus berkembang.(Siti Hafizah)















