Example 160x600
Example 160x600
Musik

Efek Rumah Kaca Buka IMUST 2025 dengan Konser “10 Tahun Sinestesia”

×

Efek Rumah Kaca Buka IMUST 2025 dengan Konser “10 Tahun Sinestesia”

Sebarkan artikel ini
Efek Rumah Kaca
Example 468x60

Khatulistiwahits Efek Rumah Kaca resmi membuka gelaran IMUST 2025 dengan sebuah konser spesial bertajuk “10 Tahun Sinestesia”, menghadirkan pengalaman musikal yang penuh warna, nostalgia, dan energi baru. Ribuan penonton memadati area festival sejak sore hari, menantikan band indie legendaris yang dikenal dengan lirik-lirik reflektif dan komposisi musik yang artistik itu. Pembukaan ini langsung mencuri perhatian publik karena menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian acara tahun ini.

Efek Rumah Kaca Buka IMUST 2025 dengan Konser “10 Tahun Sinestesia”

Konser dibuka dengan permainan visual sinematik bernuansa abstrak yang menampilkan warna-warna khas dari album Sinestesia. Ketika intro lagu Biru mulai dimainkan, sorakan penonton pecah dan suasana berubah menjadi lautan cahaya. Efek Rumah Kaca berhasil membawa audiens ke dalam perjalanan musikal yang terasa intim sekaligus megah.

Selama lebih dari satu jam, Cholil Mahmud dan kawan-kawan membawakan seluruh track dari album Sinestesia dengan aransemen baru yang lebih modern. Beberapa lagu diberi sentuhan elektronik ringan, sementara lainnya diperkaya dengan permainan instrumen live yang membuat tiap komposisi terdengar semakin matang. Banyak penonton menyebut bahwa versi panggung album ini terasa “lebih hidup” dibanding versi rekaman.

Salah satu momen paling emosional terjadi ketika band membawakan Putih. Cahaya panggung diredupkan dan ribuan flashlight ponsel menyala serentak, menciptakan atmosfer yang khusyuk. Cholil sempat menyampaikan bahwa lagu tersebut tetap menjadi salah satu karya paling personal bagi mereka, dan ia berterima kasih karena pendengar masih setia menghidupkannya.

IMUST 2025 juga menghadirkan kolaborasi kejutan dengan beberapa musisi muda. Pada lagu Hijau, Efek Rumah Kaca menggandeng penyanyi indie-pop yang tengah naik daun. Kolaborasi lintas generasi ini berhasil membuat penonton bersorak dan memperlihatkan bagaimana musik ERK terus relevan di kalangan pendengar baru.

baca juga:The PopStar Hadir Ala-ala Boyband ‘90an di Single Terbaru “Penasaran”

Selain perayaan 10 tahun Sinestesia, konser ini juga sekaligus menjadi apresiasi terhadap perjalanan panjang Efek Rumah Kaca di dunia musik independen Indonesia. Dalam beberapa jeda, mereka membagikan cerita mengenai proses kreatif, tantangan bermusik, hingga perubahan industri yang mereka saksikan selama dua dekade terakhir.

Pihak penyelenggara IMUST 2025 menyatakan bahwa pemilihan Efek Rumah Kaca sebagai pembuka acara bukan tanpa alasan. Menurut mereka, ERK mewakili semangat orisinalitas, idealisme, dan kreativitas yang ingin dihadirkan pada festival musik tahun ini. Kehadiran band tersebut berhasil menarik audiens lintas usia, dari pendengar lama hingga generasi baru yang baru mengenal karya mereka.

Antusiasme penonton terlihat tak mereda hingga akhir konser. Para penggemar menyebut pengalaman ini sebagai momen bersejarah, terutama bagi mereka yang tumbuh bersama album Sinestesia. Media sosial langsung dibanjiri unggahan video, foto, hingga kutipan lirik yang digunakan warganet untuk mengabadikan kesan mereka.

Menutup penampilan, Efek Rumah Kaca membawakan lagu bonus di luar album Sinestesia. Sesi tersebut menjadi bentuk penghormatan bagi para penggemar yang sudah mengikuti perjalanan band sejak awal. Tepuk tangan panjang mengiringi keluarnya para personel dari panggung.

Dengan pembukaan megah dari Efek Rumah Kaca, IMUST 2025 diprediksi akan menjadi salah satu festival musik paling berkesan tahun ini. Perayaan “10 Tahun Sinestesia” bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi momentum bagi band dan industri musik independen untuk terus berkembang di masa depan.

Berakhirnya konser malam itu tak lantas membuat area festival sepi. Banyak pengunjung yang masih berkumpul, membahas aransemen baru, visual panggung, hingga makna lirik yang kembali terasa relevan dengan situasi sosial saat ini. Beberapa komunitas musik independen juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu, berdiskusi, dan merencanakan kolaborasi baru yang terinspirasi dari penampilan Efek Rumah Kaca.

IMUST 2025 sendiri masih akan berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian penampilan dari berbagai musisi nasional hingga internasional. Namun pembukaan oleh Efek Rumah Kaca telah memberi standar tinggi bagi keseluruhan acara. Penampilan “10 Tahun Sinestesia” bukan hanya konser pembuka, tetapi juga menjadi simbol bagaimana musik dapat menjadi ruang dialog, ekspresi, dan perayaan bagi banyak orang.

Konser ini juga menegaskan posisi Efek Rumah Kaca sebagai salah satu band yang mampu menjembatani generasi, membawa nilai artistik tanpa kehilangan kedekatan dengan pendengar. Dengan semangat itu, banyak yang berharap bahwa perayaan “10 Tahun Sinestesia” bukan menjadi akhir, melainkan awal dari fase kreatif baru yang akan kembali memberi warna bagi dunia musik Indonesia.(Sintia Ningsih)