KhatuistiwaHits, Pontianak – Peluang karier di industri kreatif digital menjadi fokus dalam sesi kedua kegiatan BSI Digination 2026 yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada Senin (9/2), di Aula UBSI kampus Pontianak, Jl. Abdul Rahman Saleh No.18, Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti siswa kelas XII dan guru SMA Negeri 4 Sungai Kakap, Kubu Raya, dalam rangka kunjungan industri yang dilaksanakan atas permintaan pihak sekolah.
Menjembatani Pendidikan dan Industri
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan ruang edukatif yang mempertemukan dunia pendidikan menengah dengan kebutuhan industri berbasis teknologi. Sesi kedua mengangkat tema peluang karier di industri kreatif digital yang terus berkembang seiring transformasi digital di berbagai sektor.
Materi disampaikan oleh Muhamad Syarif selaku Lecturer and AI Specialist. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa industri kreatif digital tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi secara strategis dan adaptif.
“Industri kreatif digital bukan hanya tentang kreativitas, tetapi juga tentang kemampuan memanfaatkan teknologi secara strategis. Anak muda yang adaptif terhadap perkembangan digital akan memiliki peluang karier yang sangat luas,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia memaparkan sejumlah profesi yang saat ini banyak dibutuhkan di dunia industri, di antaranya content creator, digital marketer, UI/UX designer, data analyst, hingga AI specialist. Menurutnya, berbagai profesi tersebut terbuka lebar bagi generasi muda yang memiliki keterampilan digital serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Kunci utamanya adalah kompetensi dan portofolio. Dunia industri melihat apa yang bisa kita kerjakan, bukan hanya nilai akademik. Karena itu, siswa perlu mulai membangun pengalaman dan karya sejak dini,” jelasnya.
Siap Bersaing di Era Digital
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun personal branding dan memperluas jejaring sebagai bagian dari strategi memasuki dunia kerja. UBSI, lanjutnya, menyediakan ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan talenta digital melalui pendekatan praktik, kolaborasi, dan penguatan kompetensi berbasis industri.
“Di era sekarang, peluang itu besar, tetapi persaingan juga ketat. Maka, siapa yang siap dan terus meningkatkan kemampuan diri, dialah yang akan unggul,” tambahnya.
Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa terkait prospek kerja, pilihan jurusan kuliah yang relevan, hingga tantangan memasuki industri kreatif berbasis teknologi. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap sektor industri digital yang dinilai memiliki prospek cerah.
Melalui BSI Digination 2026, UBSI kampus Pontianak kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sekaligus membekali generasi muda dengan pemahaman nyata mengenai arah dan peluang karier di era transformasi digital.(Tiara Sari)















