KhatulistiwaHits.com, Pontianak — Era viral menghadirkan banyak peluang, tetapi juga tantangan baru. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam seminar Digital Creative Community in Viral Era yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif pada Selasa (24/2) di Aula UBSI kampus Pontianak, Jalan Abdul Rahman Saleh No.18, Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.
Bukan Sekadar Viral: Media Sosial Harus Punya Strategi
Pembahasan mengerucut pada bagaimana media sosial tidak lagi cukup hanya ramai, tetapi harus memiliki arah dan perhitungan.
Achmad Rifai dari DICO mengingatkan bahwa keberhasilan digital perlu diukur.
“Viral itu bagus, tapi tidak cukup. Brand harus kuat, engagement meningkat, biaya efisien, dan performa bisa diukur. Kalau tidak, dampaknya tidak berkelanjutan,” ujarnya dari keterangan rilis yang diterima di Aula UBSI kampus Pontianak pada Selasa (24/2).
Menurutnya, pendekatan berbasis strategi dan data menjadi kunci agar media sosial benar-benar menghasilkan nilai.
Yoki Firmansyah menyebut materi ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa dunia digital bukan sekadar tren, tetapi ruang profesional yang menuntut perencanaan dan konsistensi,” kata Yoki.
Seminar ini memperkaya pemahaman mahasiswa bahwa di balik dunia viral, terdapat strategi yang harus dipersiapkan secara matang.(Sfkrhm)















