Example 160x600
Example 160x600
BeritaEvent

IPK Tinggi Tapi Susah Kerja? Indonesia Cerdas Fest 2026 Kupas Tuntas Skill Gap Lulusan

×

IPK Tinggi Tapi Susah Kerja? Indonesia Cerdas Fest 2026 Kupas Tuntas Skill Gap Lulusan

Sebarkan artikel ini
Indonesia Cerdas Fest 2026
Example 468x60

KhatulistiwaHits, Pontianak — Nilai IPK tinggi sering dianggap sebagai “tiket emas” untuk cepat mendapat pekerjaan. Namun realitanya, banyak lulusan justru masih kesulitan menembus dunia kerja. Fenomena ini menjadi sorotan dalam Indonesia Cerdas Fest 2026 yang digelar oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), pada Selasa (24/2) di aula UBSI kampus Pontianak, Jl. Abdul Rahman Saleh No 18, Pontianak.

Acara yang ditujukan untuk mahasiswa penerima Beasiswa Jalur Undangan (BJU) ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program Indonesia Cerdas Fest yang telah berjalan sejak 2024–2025 dalam dua angkatan, sekaligus menginspirasi mahasiswa agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan dibekali berbagai soft skill selama masa perkuliahan.

Realita Dunia Kerja Fresh Graduate

Dalam pemaparannya, Co-Founder Yayasan BSI Group, Ir. Naba Aji Notoseputro, mengulas realita dunia kerja yang dihadapi para fresh graduate. Ia menyoroti kondisi di mana lowongan kerja semakin terbatas dan persaingan semakin kompetitif. Tidak sedikit lulusan yang harus mengirimkan CV hingga puluhan kali, namun belum juga memperoleh kesempatan kerja.

“Persoalan sulitnya fresh graduate mendapatkan pekerjaan bukan semata-mata karena minimnya lapangan kerja atau kondisi ekonomi. Akar permasalahan justru terletak pada skill gap, yakni kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri yang terus berubah cepat akibat perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perubahan teknologi yang melaju pesat seringkali tidak diimbangi dengan adaptasi kurikulum yang sama cepatnya. Hal ini menyebabkan sebagian lulusan memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi belum optimal dalam soft skill maupun analytical thinking yang dibutuhkan perusahaan.

“Ingat, dunia industri saat ini tidak hanya menuntut IPK tinggi, tetapi juga kemampuan critical thinking sebagai pondasi utama. Selain itu, analytical thinking, resilience, flexibility dan agility, leadership, social influence, creative thinking, serta literasi kecerdasan buatan (AI literacy) menjadi keterampilan penting yang wajib dimiliki lulusan agar mampu bersaing di era digital,” tambahnya.

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Siap Gelar Bootcamp Ramadhan: Personal Branding 4.0 untuk Generasi Digital

Melalui Indonesia Cerdas Fest 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan pembekalan yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan adaptif dan kemampuan berpikir kritis sejak masa kuliah.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja memang semakin menantang, tetapi peluang untuk mempersiapkan diri juga semakin terbuka lebar. Dengan bekal kompetensi yang tepat, lulusan diharapkan mampu bertransformasi menjadi talenta siap kerja yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi dinamika industri.(Tiara Sari)