Example 160x600
Example 160x600
EventBerita

Hangat dalam Kebersamaan, Khusyuk dalam Ibadah: Buka Puasa Wong Kito Galo Satukan Rindu di Kampung Caping

×

Hangat dalam Kebersamaan, Khusyuk dalam Ibadah: Buka Puasa Wong Kito Galo Satukan Rindu di Kampung Caping

Sebarkan artikel ini
Hangat
Example 468x60

Khatulistiwahits, Pontianak – Suasana Rumah Melayu Kampung Caping di Pontianak terasa berbeda pada Sabtu sore, 28 Februari 2026. Sejak menjelang waktu berbuka, keluarga besar Paguyuban Wong Kito Galo mulai berdatangan dengan senyum dan sapa hangat. Balutan nuansa religi dan kekeluargaan begitu kental, menghadirkan momen buka puasa bersama yang tak sekadar seremoni, tetapi juga penguat silaturahmi di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Paguyuban Wong Kito Galo, Bapak Irwan Junaidi, SH. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum mempererat persaudaraan, bukan hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam bingkai paguyuban. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan, saling mendukung, dan menjadikan kebersamaan ini sebagai energi positif di tengah dinamika kehidupan.

 Hangat

Hangat dalam Kebersamaan, Khusyuk dalam Ibadah

“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat rasa peduli dan cinta antar sesama,” ungkapnya di hadapan para hadirin. Pesan itu disambut anggukan dan tepuk tangan hangat, menandakan betapa nilai kebersamaan menjadi ruh utama dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Paguyuban Wong Kito Galo Isi Ramadhan dengan Berbagi Berkah di Ponpes Manbaussholah

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Jamil dari Pondok Pesantren Manbaussholah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan pembinaan diri—bulan untuk membersihkan hati, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Ustadz Jamil mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan setiap detik di bulan penuh berkah ini.

Detik-detik adzan Maghrib menjadi momen yang paling dinanti. Doa dipanjatkan bersama, lalu hidangan berbuka pun dinikmati dalam suasana penuh syukur. Canda ringan, obrolan hangat, dan senyum tulus mewarnai kebersamaan saat berbuka puasa. Tak sekadar mengisi perut, momen ini menjadi ruang untuk menyambung rasa dan mempererat ikatan kekeluargaan.

 

Usai berbuka dilanjutkan Sholat Maghrib Berjamaah dan makan malam bersama, jamaah bersiap melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Saf-saf tersusun rapi, menghadirkan pemandangan yang menyejukkan hati. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menambah kekhusyukan malam Ramadhan di Rumah Melayu Kampung Caping.

Baca Juga: Berbagi Berkah, Menebar Harapan: Aksi Kepedulian Paguyuban Wong Kito Galo di Bulan Ramadhan

Kegiatan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Paguyuban Wong Kito Galo ini menjadi bukti bahwa tradisi silaturahmi tetap hidup dan relevan di tengah era modern. Lebih dari sekadar agenda tahunan, acara ini adalah perwujudan nilai gotong royong, kebersamaan, dan spiritualitas yang menyatu dalam harmoni.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, momen seperti ini mengingatkan bahwa kekuatan komunitas terletak pada kebersamaan dan doa yang dipanjatkan bersama. Ramadhan bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang merawat hubungan—dengan Tuhan dan dengan sesama. Dan di Kampung Caping malam itu, keduanya terasa begitu dekat.(PWKG)