Example 160x600
Example 160x600
NewsOlahraga

Tutup Mulut Bisa Kartu Merah? Ini 8 Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang Mengejutkan

1
×

Tutup Mulut Bisa Kartu Merah? Ini 8 Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang Mengejutkan

Sebarkan artikel ini
Tutup Mulut
Example 468x60

Khatulistiwahits – Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghadirkan format baru dengan 48 negara peserta. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga akan menjadi panggung penerapan sejumlah aturan baru yang berpotensi mengubah wajah sepak bola modern. Mulai dari pemain yang menutupi mulut saat berdebat hingga kiper yang terlalu lama memegang bola, semuanya kini menjadi perhatian khusus FIFA dan International Football Association Board (IFAB).

Tujuannya jelas: membuat pertandingan lebih adil, lebih cepat, lebih transparan, dan lebih menarik untuk ditonton. Sejumlah aturan ini merupakan hasil revisi terbaru Laws of the Game 2025/26 yang disusun oleh IFAB dan akan menjadi acuan utama dalam Piala Dunia 2026.

1. Tutup Mulut Saat Berdebat Bisa Berujung Kartu Merah

Salah satu aturan yang paling banyak menyita perhatian adalah larangan bagi pemain menutupi mulut ketika berbicara dalam situasi konfrontasi atau perselisihan di lapangan.

FIFA menilai tindakan tersebut dapat menghambat transparansi dan berpotensi digunakan untuk menyembunyikan ucapan yang bersifat diskriminatif, provokatif, atau tidak pantas. Dalam kasus tertentu, tindakan ini dapat berujung kartu merah langsung apabila dianggap melanggar kode etik pertandingan.

Aturan ini diperkirakan akan mengubah kebiasaan banyak pemain yang selama ini menutupi mulut ketika berbicara dengan rekan setim, lawan, maupun wasit.

2. WO/ Tinggalkan Lapangan untuk Protes? Kartu Merah Menanti

FIFA juga memperketat sanksi terhadap aksi protes berlebihan.

Pemain, ofisial, atau tim yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit dapat dikenai sanksi berat, termasuk kartu merah dan potensi kekalahan otomatis. Regulasi ini dibuat untuk menjaga sportivitas dan mencegah pertandingan terganggu oleh aksi non-teknis.

3. Kiper Maksimal Pegang Bola 8 Detik

Era kiper “mengulur waktu” tampaknya akan segera berakhir. IFAB resmi mengubah aturan lama yang jarang diterapkan menjadi aturan baru yang lebih tegas. Mulai Piala Dunia 2026, penjaga gawang hanya diperbolehkan menguasai bola selama maksimal delapan detik. Jika melebihi batas tersebut, lawan akan langsung mendapatkan tendangan sudut. Wasit akan memberikan hitungan mundur visual selama lima detik terakhir sebelum hukuman dijatuhkan.

Aturan ini diterapkan untuk mengurangi praktik membuang waktu yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu keluhan terbesar dalam sepak bola.

4. Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang Dibatasi Waktu

Bukan hanya kiper yang menjadi sasaran. Pemain kini juga dibatasi dalam melakukan lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Wasit akan melakukan hitungan mundur selama lima detik. Jika pemain terlalu lama melakukan restart permainan, kepemilikan bola dapat diberikan kepada lawan atau dikenakan hukuman sesuai situasi pertandingan. Langkah ini bertujuan menjaga tempo pertandingan agar tetap tinggi.

5. Pemain Pengganti Harus Keluar Lapangan dalam 10 Detik

Pergantian pemain sering digunakan untuk memperlambat permainan, terutama ketika tim sedang unggul. Kini FIFA menetapkan bahwa pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan melalui titik terdekat dalam waktu maksimal 10 detik. Jika tidak, proses pergantian dapat ditunda dan tim berpotensi dirugikan.

6. Pemain Cedera Wajib Menepi Selama Satu Menit

Aturan baru lainnya menyasar praktik pura-pura cedera yang sering digunakan untuk menghentikan momentum lawan. Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan harus berada di luar lapangan setidaknya selama satu menit sebelum diperbolehkan kembali bermain, kecuali dalam kondisi tertentu yang mendapat pengecualian. Tujuannya adalah mengurangi simulasi dan mempercepat jalannya pertandingan.

7. VAR Mendapat Wewenang Lebih Besar

Video Assistant Referee (VAR) akan memiliki cakupan intervensi yang lebih luas dibandingkan turnamen sebelumnya.

VAR kini dapat membantu mengoreksi sejumlah kesalahan yang sebelumnya sulit ditinjau, seperti:

  • Identitas pemain yang salah.
  • Kartu yang diberikan kepada pemain yang keliru.
  • Pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan.
  • Beberapa insiden yang mengarah pada gol atau situasi bola mati.

FIFA berharap perluasan kewenangan ini dapat meningkatkan akurasi keputusan tanpa mengganggu ritme pertandingan.

8. Larangan Berkumpul di Pinggir Lapangan Saat Kiper Cedera

Aturan terakhir mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya cukup besar.Ketika seorang kiper mengalami cedera atau menerima perawatan, pemain tidak lagi diperbolehkan berkumpul di area teknis untuk menerima instruksi taktis dari pelatih. Mereka harus tetap berada di lapangan atau berkumpul di area yang telah ditentukan. Aturan ini dibuat untuk mencegah jeda pertandingan digunakan sebagai “timeout tidak resmi” oleh tim.

Mengapa FIFA Mengubah Aturan?

Menurut IFAB, perubahan ini didasarkan pada tiga tujuan utama:

  1. Mengurangi praktik membuang waktu.
  2. Meningkatkan transparansi pertandingan.
  3. Menjadikan sepak bola lebih menarik bagi pemain dan penonton.

Sepak bola modern bergerak semakin cepat. Teknologi seperti VAR, offside semi-otomatis, kamera tubuh wasit, dan bola pintar telah mengubah permainan. Kini regulasi permainan juga ikut berevolusi untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

Piala Dunia yang Berbeda dari Sebelumnya

Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang penuh pembaruan. Selain menghadirkan 48 tim peserta, teknologi AI, bola pintar TRIONDA, dan avatar digital pemain, FIFA juga membawa perubahan besar dalam aspek regulasi pertandingan.

Baca Juga: Piala Dunia FIFA 2026 Masuk Era AI, Turnamen Sepak Bola Paling Canggih dalam Sejarah

Sebagian aturan mungkin menuai kontroversi pada awal penerapannya. Namun FIFA yakin langkah ini akan membuat sepak bola lebih bersih, lebih cepat, dan lebih adil.

Satu hal yang pasti, para pemain tidak hanya harus beradaptasi dengan lawan-lawan mereka di lapangan. Mereka juga harus beradaptasi dengan seperangkat aturan baru yang akan mengubah cara sepak bola dimainkan di era modern.**