BSINews, Jakarta – Dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terpilih menjadi delegasi dalam ajang bergengsi Global Youth Congress (GYC) 2026. Kegiatan kepemudaan berskala internasional ini berlangsung di Bangkok, Thailand, mulai tanggal 2 hingga 4 Juli 2026.
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
Kedua delegasi tersebut adalah Mahna Zakiah Nadhif dan Bella Amelia. Mereka bergabung dengan ratusan pemuda berprestasi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu global serta penguatan peran generasi muda di era digital.
GYC 2026 sendiri merupakan wadah kolaboratif dunia yang bertujuan untuk melatih kepemimpinan, membangun jejaring global, serta merumuskan solusi inovatif atas tantangan masa depan.
Ketua Prodi Informasi UBSI, Sriyadi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas pencapaian kedua mahasiswanya tersebut. Menurutnya, kesempatan ini merupakan langkah penting dalam membangun portofolio akademis di kancah internasional.
“Kami tentu sangat senang dan bangga melihat Mahna dan Bella mampu melangkah hingga ke tingkat global. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi mereka untuk menyerap ilmu dan pengalaman berharga,” ujar Sriyadi saat dihubungi di Jakarta, pada Kamis (2/7).
Baca Juga : Orang Tua Bella Amalia Bangga Putrinya Wakili Indonesia di Global Youth Congress 2026
Ia berharap, keikutsertaan UBSI dalam kongres ini dapat memberikan wawasan baru yang bermanfaat, khususnya dalam melihat perkembangan teknologi informasi di luar negeri. Pengalaman ini juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani tampil di panggung dunia.
“Semoga sekembalinya dari Bangkok, mereka bisa membawa pulang banyak pelajaran penting serta membagikan pengalaman global ini kepada rekan-rekan mahasiswa di kampus,” pungkasnya.
Melalui partisipasi aktif mahasiswa di kancah internasional, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi lulusan agar siap bersaing di dunia kerja global.
“Kami terus mendukung pengembangan kompetensi lulusan agar siap bersaing di dunia kerja global,” tutup Sriyadi.















