Khatulistiwahits.com, Pontianak — Perjalanan membangun bisnis tidak selalu berjalan mulus. Hal tersebut dirasakan oleh pasangan alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, Santi dan Wahyusa Putra, yang berhasil mengembangkan bisnis fashion Shopping.ptk hingga memiliki tiga cabang usaha di Pontianak.Dalam sesi wawancara pada Minggu (28/6), Santi dan Wahyusa membagikan pengalaman mereka merintis bisnis dari nol.
Jatuh Bangun Bangun Bisnis dari Nol, Alumni UBSI Kampus Pontianak Kini Kembangkan Shopping.ptk hingga Tiga Cabang
Semangat berwirausaha mulai tumbuh sejak keduanya masih menjalani masa perkuliahan, salah satunya melalui berbagai kegiatan dan seminar kewirausahaan yang diselenggarakan BSI Entrepreneur Center.
“Kami berdua dulu memang sudah punya usaha kecil-kecilan sejak kuliah. Setelah sering ikut seminar entrepreneur di kampus, mindset kami semakin terbentuk dan semakin yakin ingin menjadi pengusaha,” ujar Santi dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Minggu (28/6).
Baca Juga : Siapa Sangka? Alumni UBSI Kampus Pontianak Ini Pegang Sistem ERP Perusahaan Sawit di Kalbar
Perjalanan bisnis yang mereka jalani tidak selalu berjalan sesuai harapan. Sebelum berhasil mengembangkan Shopping.ptk, keduanya mengaku telah mengalami jatuh bangun dan menghadapi hingga tujuh kali kegagalan dalam menjalankan usaha. Tantangan semakin berat ketika pandemi Covid-19 melanda. Tiga cabang bisnis kuliner yang sebelumnya mereka jalankan terpaksa harus ditutup.
Meski menghadapi berbagai kegagalan, kondisi tersebut tidak membuat Santi dan Wahyusa berhenti mencoba. Pada 2021, keduanya kembali membangun usaha dari awal dengan merintis bisnis fashion melalui sebuah toko kecil di rumah kontrakan.
Perlahan tetapi pasti, usaha tersebut terus berkembang. Berbekal pengalaman, keberanian untuk mencoba kembali, serta konsistensi dalam menjalankan bisnis, Shopping.ptk kini telah berkembang dan memiliki tiga cabang toko yang tersebar di Pontianak.
Bagi Wahyusa, pengalaman terjun langsung ke dunia usaha menjadi salah satu pembelajaran paling berharga dalam perjalanan membangun bisnis. Menurutnya, keberanian untuk memulai dan mengambil tindakan menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh seorang calon pengusaha.
“Kalau ingin berbisnis, jangan hanya banyak rencana. Harus berani mencoba dan langsung turun ke lapangan,” ungkap Wahyusa.
Baca Juga : Alumni UBSI Kampus Pontianak, Sabellah Ramadhiani Fitri, Resmi Jadi ASN di Kesbangpol Kota Pontianak
Kisah perjalanan Santi dan Wahyusa menjadi gambaran bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Pengalaman menghadapi berbagai tantangan justru menjadi proses pembelajaran yang membantu keduanya memahami dunia usaha sekaligus menemukan strategi untuk mengembangkan bisnis.
Melalui pengalaman tersebut, keduanya berharap mahasiswa UBSI dapat memanfaatkan berbagai kesempatan belajar dan pengembangan diri yang tersedia selama masa perkuliahan, termasuk melalui program BSI Entrepreneur Center. Menurut mereka, mahasiswa tidak perlu takut mengalami kegagalan ketika ingin memulai usaha, karena setiap proses dapat menjadi pengalaman berharga untuk berkembang.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa dan alumni untuk berani mengembangkan potensi serta menciptakan peluang melalui kreativitas dan semangat kewirausahaan. Kisah Santi dan Wahyusa menjadi salah satu contoh bahwa keberanian untuk memulai dari langkah kecil, disertai konsistensi dan kemauan untuk terus belajar, dapat menjadi jalan untuk membangun usaha yang terus berkembang. (Safika)















