Example 160x600
Example 160x600
Berita

BSI Explore Edukasi Bahaya Narkoba dari Desa, Bekali Pelajar SMA Nusa Harapan di Tanjung Saleh

7
×

BSI Explore Edukasi Bahaya Narkoba dari Desa, Bekali Pelajar SMA Nusa Harapan di Tanjung Saleh

Sebarkan artikel ini
BSI Explore
Example 468x60

Khatulistiwahits.com, Pontianak — Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda perlu dilakukan sedini mungkin dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga wilayah pedesaan. Semangat yang dikobarkan oleh Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tersebut menjadi dasar pelaksanaan seminar bertema “Selamatkan Generasi Muda dari Penyalahgunaan Narkoba” yang digelar di SMA Swasta Nusa Harapan, Desa Tanjung Saleh, pada Kamis (20/8).

BSI Explore Edukasi Bahaya Narkoba dari Desa, Bekali Pelajar SMA Nusa Harapan di Tanjung Saleh

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian BSI Explore yang menghadirkan ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus pentingnya membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari pengaruh dan peredaran narkoba.

Seminar menghadirkan Muhammad Fahmi Julianto selaku ketua pelaksana sekaligus penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dari UBSI kampus Pontianak serta Yoki Firmansyah, dosen UBSI Pontianak yang juga aktif dalam edukasi P4GN. Kegiatan tersebut turut didukung oleh mahasiswa BSI Explore yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Pemilihan Desa Tanjung Saleh sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan. Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya perlu dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau masyarakat hingga ke desa. Seiring berkembangnya pola peredaran narkoba, edukasi dan penguatan kesadaran menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda di berbagai lingkungan.

Muhammad Fahmi Julianto menyampaikan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan secara lebih luas dengan mendatangi langsung lingkungan tempat generasi muda tumbuh dan beraktivitas.

“Kita tidak bisa berpikir bahwa persoalan narkoba hanya ada di kota. Edukasi justru harus masuk sampai ke desa. Ketika peredaran narkoba mulai menjangkau wilayah yang lebih luas dan mencari target di berbagai lingkungan, maka benteng pertamanya adalah pengetahuan dan keberanian generasi muda untuk menolak,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Jum’at (21/8).

Baca Juga : BSI Explore 2026 Tempuh Jalan Terjal dan Sungai Kapuas Menuju Desa Radak

Menurutnya, pelajar di wilayah pedesaan memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba. Keterbatasan akses informasi tidak boleh membuat generasi muda menjadi lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan maupun ajakan yang dapat membawa mereka ke arah yang merugikan.

“Makanya kami memilih untuk datang langsung. Kami ingin menyampaikan kepada siswa bahwa mereka punya masa depan yang harus dijaga. Jangan sampai masa depan itu rusak hanya karena mencoba sesuatu yang awalnya dianggap sepele,” lanjutnya.

Fahmi juga menilai perkembangan teknologi dan komunikasi membuat pola pergaulan generasi muda semakin luas. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena berbagai pengaruh dapat masuk ke lingkungan mana pun, termasuk wilayah pedesaan. Karena itu, pelajar perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menentukan pilihan yang tepat dalam pergaulan sehari-hari.

Sementara itu, Yoki Firmansyah menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari kesadaran individu dan diperkuat oleh lingkungan terdekat. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang dapat membawa mereka pada risiko dan permasalahan.

“Ketika lingkungan kita sudah mulai dimasuki oleh pengaruh narkoba, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga. Pelajar harus berani mengatakan tidak, berani memilih pergaulan yang sehat, dan tidak mudah percaya pada ajakan yang bisa membawa mereka ke masalah yang lebih besar,” ungkapnya.

Yoki menambahkan bahwa pendekatan kepada pelajar tidak cukup hanya dengan memberikan informasi mengenai bahaya narkoba. Mereka juga perlu dibekali kemampuan untuk mengenali situasi yang berisiko serta mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi tekanan dari lingkungan pertemanan.

“Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan sebelum masalah itu terjadi. Karena itu, edukasi seperti ini penting, terlebih ketika dilakukan langsung di lingkungan desa dan sekolah,” jelasnya.

Baca Juga : Mulai dari Silaturahmi Petani Hingga Pentas Seni, Tim BSI Explore 2026 Bawa Energi Positif di Desa Radak Satu

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, serta masa depan generasi muda. Sesi diskusi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan pemateri dan menyampaikan pertanyaan seputar pergaulan remaja serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Keterlibatan mahasiswa BSI Explore turut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya mendukung pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan edukasi yang menyasar masyarakat secara lebih luas.

Seminar di SMA Swasta Nusa Harapan, Desa Tanjung Saleh, menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Edukasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat generasi muda, termasuk dari sekolah dan desa.

Melalui BSI Explore, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dari desa, edukasi dimulai; dari generasi muda, harapan untuk masa depan yang lebih baik terus dibangun. (Safika)