KhatulistiwaHits, Pontianak — Kuliah jalan, cuan lancar. Itulah yang dirasakan Fariska, mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak Program Studi Sistem Informasi yang sukses membangun bisnis kopi keliling bernama Lajur Kopi. Usaha ini dirintis sejak Desember 2024 dengan semangat untuk mandiri secara finansial sekaligus menyalurkan hobi nongkrong dan ngopi.
Perjalanan Lajur Kopi Menjadi Bisnis Kopi Keliling Populer
Berawal dari ide sederhana menjual kopi secara keliling, kini Lajur Kopi sudah memiliki enam armada yang beroperasi di beberapa titik strategis di Kota Pontianak. Fariska menuturkan, perjalanan membangun bisnis tidaklah mudah. Mulai dari belajar meracik menu, mengatur jadwal kuliah dan usaha, hingga mencari pasar yang tepat menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, semua terbayar dengan semakin dikenalnya Lajur Kopi di kalangan anak muda.
“Awalnya cuma coba-coba, karena saya suka nongkrong dan ngopi. Ternyata banyak yang suka, jadi saya seriusin. Sekarang alhamdulillah sudah punya beberapa armada yang keliling di Pontianak,” ungkap Fariska, dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8).
Meski sibuk berbisnis, Fariska tetap mengutamakan pendidikan. Menurutnya, kuliah dan usaha bisa berjalan beriringan selama pandai membagi waktu.
“Kuncinya manajemen waktu. Kalau bisa disiplin, kuliah tetap jalan, usaha juga bisa berkembang,” tambahnya.
Baca juga: Jangan Ketinggalan! Konferensi AI Bertema “The Future of Learning” Siap Guncang Pontianak!
Kehadiran Lajur Kopi bukan hanya memberi peluang usaha bagi dirinya, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi teman-teman sebayanya. Fariska berharap bisnis ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani memulai usaha sejak dini.
Keberhasilan Fariska sejalan dengan semangat UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswanya untuk berani berwirausaha.
Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) UBSI Kampus Pontianak, Nurmalasari turut memberikan apresiasi atas pencapaian Fariska. Menurutnya, kisah ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBSI mampu menggabungkan ilmu perkuliahan dengan praktik bisnis di lapangan.
“Fariska adalah contoh bagaimana jiwa entrepreneur bisa tumbuh dari hal sederhana. UBSI akan terus mendukung mahasiswa yang punya tekad berwirausaha melalui pembinaan dan berbagai program BEC,” tutupnya.
Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa kuliah bukanlah penghalang untuk berbisnis. Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan kampus, mahasiswa bisa menjalani keduanya secara seimbang pendidikan tetap terjaga, cuan pun tetap mengalir.(Siti Hafizah)










