Example 160x600
Example 160x600
Berita

Dosen UBSI Gandeng BEM UBSI Kampus Pontianak dan MI Imaduddin Edukasi Orang Tua tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital

5
×

Dosen UBSI Gandeng BEM UBSI Kampus Pontianak dan MI Imaduddin Edukasi Orang Tua tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
Ruang Digital
Example 468x60

Khatulistiwahits.com, Pontianak — Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan bagi anak dalam belajar dan berkomunikasi. Namun, tanpa pendampingan yang tepat, aktivitas anak di ruang digital juga dapat menghadirkan sejumlah risiko. Melihat pentingnya pemahaman tersebut, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBSI kampus Pontianak dan MI Imaduddin Kubu Raya menggelar sosialisasi “Mengenal PP Tunas untuk Orang Tua (PP Nomor 17 Tahun 2025)” pada Minggu (19/7).

Dosen UBSI Gandeng BEM UBSI Kampus Pontianak dan MI Imaduddin Edukasi Orang Tua tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB ini merupakan bagian dari program Pandu Literasi Digital Pendidikan. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa, guru, kepala sekolah, orang tua, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu perlindungan anak di ruang digital.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari inisiatif Pandu Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Narasumber kegiatan, Yoki Firmansyah, dosen UBSI kampus Pontianak sekaligus Pandu Literasi Digital Komdigi, menjelaskan bahwa kehadiran teknologi digital memberikan peluang besar bagi anak untuk memperoleh informasi dan mengembangkan kemampuan. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pengawasan dan pendampingan dari orang dewasa.

“PP Tunas hadir sebagai bentuk komitmen negara dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak. Namun regulasi saja tidak cukup. Orang tua, guru, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun budaya digital yang sehat. Edukasi seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa perlindungan anak di dunia digital dimulai dari lingkungan keluarga,” ujar Yoki dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Minggu (19/7).

Baca Juga : Lewat Google Student Ambassador 2026, UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa Jadi Talenta Digital Berdaya Saing

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dapat dihadapi anak ketika beraktivitas di internet. Beberapa di antaranya meliputi paparan konten negatif, keamanan data pribadi, penggunaan gawai secara berlebihan, hingga pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak dalam aktivitas digital sehari-hari.

Kepala MI Imaduddin Kubu Raya, H. Yuda Firlana, yang turut memberikan welcome speech, mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lingkungan sekolah dalam menghadirkan edukasi yang relevan bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi bersama UBSI kampus Pontianak dan BEM UBSI dalam menghadirkan sosialisasi PP Tunas. Materi yang disampaikan sangat dibutuhkan oleh para orang tua dan pendidik agar mampu mendampingi anak-anak menggunakan teknologi secara bijak. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga budaya literasi digital dapat tumbuh di lingkungan sekolah maupun keluarga,” ungkap Yuda.

Baca Juga : Jangan Ngaku Anak Digital Kalau Belum Mampir ke Informatika Digital Expo 2026 UBSI Kampus Pontianak

Kegiatan yang dipandu oleh Tiara Sari dari BEM UBSI kampus Pontianak berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan PP Tunas di lingkungan keluarga dan sekolah, termasuk cara mendampingi anak dalam menggunakan media sosial, permainan daring, serta menjaga keamanan data pribadi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami substansi PP Tunas, tetapi juga mampu menerapkan prinsip perlindungan anak dalam aktivitas digital sehari-hari. Peran orang tua dan pendidik dinilai penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat sekaligus membantu anak mengenali dan menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul di ruang maya.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kampus Pontianak terus mendorong kegiatan edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan literasi digital. Kolaborasi bersama BEM UBSI kampus Pontianak dan MI Imaduddin Kubu Raya menjadi salah satu bentuk sinergi lintas institusi dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak. (Safika)