KhatulistiwaHits, Pontianak – Transformasi digital yang kian pesat menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan BSI Digination 2026 yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada Senin (9/2) di Aula UBSI kampus Pontianak, Jl. Abdul Rahman Saleh No.18, Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Kunjungan Industri SMA Negeri 4 Sungai Kakap
Kegiatan ini merupakan kunjungan industri siswa kelas XII dan guru SMA Negeri 4 Sungai Kakap, Kubu Raya, yang dilaksanakan atas permintaan pihak sekolah guna memberikan wawasan langsung mengenai dunia industri kreatif digital serta lingkungan pendidikan tinggi berbasis teknologi.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan program BSI Digination sebagai wadah edukatif yang menjembatani dunia pendidikan menengah dengan perkembangan industri berbasis teknologi. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal fasilitas dan suasana akademik kampus, tetapi juga mendapatkan materi aktual yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pada sesi pertama, materi mengangkat tema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), khususnya ChatGPT, dalam mendukung proses belajar dan kreativitas generasi muda. Materi ini disampaikan oleh Dedi Saputra, Head of Digital Creative Community (DICO) UBSI kampus Pontianak sekaligus Trainer of AI Ready for ASEAN.
AI sebagai Peluang, Bukan Ancaman
Dalam pemaparannya, Dedi menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini telah memasuki berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga industri kreatif. Menurutnya, pemahaman terhadap AI menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki siswa sejak dini.
“AI seperti ChatGPT bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Kuncinya adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan peserta, Senin (9/2).
Ia menjelaskan bahwa ChatGPT dapat dimanfaatkan untuk membantu mencari referensi belajar, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan ide konten kreatif, hingga melakukan riset awal. Namun demikian, ia menekankan pentingnya literasi digital dan etika dalam penggunaan teknologi tersebut.
“Teknologi adalah alat. Kalau digunakan dengan benar, ia bisa menjadi pendorong prestasi. Tapi kalau disalahgunakan, justru bisa menghambat perkembangan diri. Karena itu, siswa harus tetap berpikir kritis dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI,” tegasnya.
Dedi juga mendorong para siswa untuk mulai membangun kesiapan diri menghadapi era digital dengan memperbanyak eksplorasi dan belajar hal-hal baru.
“Siapa yang mampu beradaptasi dengan teknologi, dialah yang akan unggul di masa depan. Jangan takut dengan AI, tetapi pelajari dan kuasai agar menjadi nilai tambah bagi diri sendiri,” tambahnya.
Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa terkait cara kerja AI, peluang karier di bidang teknologi, serta tantangan yang mungkin dihadapi generasi muda di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap perkembangan teknologi dan kesiapan mereka untuk mempelajarinya lebih dalam.
Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Pontianak kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar. BSI Digination tidak hanya menjadi ajang kunjungan industri, tetapi juga ruang edukatif yang mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi transformasi digital.(Tiara Sari)















