KhatulistiwaHits, Pontianak — Kreativitas dan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak. Dalam rangkaian kegiatan IT Bootcamp bertema “Transformasi Digital: Integrasi IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan”, yang digelar pada Senin (21/7) dua mahasiswa semester 6, Herman Firmansyah dan Rizky Syahwal Ludiansyah, memperkenalkan inovasi teknologi mereka: Sistem SEKAT (Sistem Pendeteksi Ketinggian Air).
Sistem SEKAT Deteksi Dini Banjir
Sistem SEKAT merupakan perangkat berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk memantau ketinggian air secara real-time, terintegrasi dengan website prediksi cuaca serta fitur pemantauan visual melalui CCTV.
Herman Firmansyah salah satu pengembang sistem mengungkapkan bahwa lewat inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif dalam menghadapi ancaman banjir di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
“Kami ingin menciptakan teknologi yang punya dampak langsung ke masyarakat. SEKAT ini bisa digunakan oleh warga atau pemerintah daerah untuk mengawasi kondisi air secara berkala dan mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan signifikan,” ujar Herman dalam rilis yang diterima, Selasa (22/7).
Inovasi ini dikembangkan dalam bimbingan Ir. Nanda Diaz Arizona, dosen sekaligus praktisi di bidang microcontroller dan digital forensik. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan teori, pemrograman, serta empati sosial.
“Mereka tidak hanya belajar teknologi, tapi juga menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata. SEKAT adalah contoh nyata implementasi IoT untuk mitigasi bencana yang sederhana tapi tepat guna,” jelas Nanda.
Baca juga: IT Bootcamp UBSI Kampus Pontianak: Eksplorasi Pemanfaatan AI dan IoT di Layanan Publik
Kaprodi Informatika UBSI kampus Pontianak, Lisnawanty mengapresiasi inisiatif para mahasiswa dalam menyajikan inovasi yang kontekstual dengan kebutuhan daerah.
“Kami bangga mahasiswa kami tidak hanya berpikir teknis, tetapi juga peka terhadap kondisi lingkungan. Inovasi seperti SEKAT menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI siap memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah melalui solusi digital,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi dari kampus yang mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.(Tiara Sari)















