Example 160x600
Example 160x600
BeritaEventInspirasi

Silaturahmi dan Sosialisasi: Halal Bihalal UBSI Berbalut Kisah yang Menguatkan Nilai-Nilai Kehidupan

×

Silaturahmi dan Sosialisasi: Halal Bihalal UBSI Berbalut Kisah yang Menguatkan Nilai-Nilai Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KhatulistiwaHits,– 

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar acara Halal Bihalal pada 7 April lalu, yang diikuti mahasiswa dan sivitas akademika dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen silaturahmi yang berlangsung pasca-Idulfitri ini tidak hanya menghadirkan nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang inspiratif melalui kisah yang disampaikan oleh Ibu Wanty Eka Jayanti, M.Si., M.Pd., selaku pembicara.

Silaturahmi dan Sosialisasi: Halal Bihalal UBSI Berbalut Kisah yang Menguatkan Nilai-Nilai Kehidupan

Dalam penyampaiannya, Ibu Wanty menekankan pentingnya bagi setiap mahasiswa untuk mengenali diri sendiri. Ia menjelaskan bahwa pemahaman atas kemampuan dan batas kemampuan merupakan fondasi penting dalam menentukan arah hidup. Menurutnya, banyak tantangan dalam dunia pendidikan maupun kehidupan yang dapat dihadapi dengan lebih bijak ketika seseorang memahami dirinya secara utuh.

Ibu Wanty juga berbagi perjalanan pribadinya dalam proses menjadi seorang pendidik. Ia menceritakan bahwa perjalanannya tidak selalu mulus, namun setiap tahap yang dilalui telah membentuknya untuk menjadi lebih kuat dan siap menghadapi berbagai dinamika. Meskipun ia sempat menyinggung kegagalan yang pernah dialaminya, fokus utama kisahnya adalah tentang proses panjang yang penuh pembelajaran.

Salah satu kisah yang paling membekas bagi peserta adalah cerita mengenai seorang romo yang pernah ia temui. Romo tersebut mengalami kegagalan sidang tesis hingga enam kali. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. “Kegagalan sidang itu hanyalah contoh kecil dari kehidupan. Jika kita jatuh, maka kita harus bangkit lagi,” Kurang lebih begitulah penyampaian pesan penuh makna dari sang Romo.

Kisah tersebut menjadi penegasan bahwa kegagalan bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan bagian alami dari proses menuju keberhasilan. Melalui contoh nyata tersebut, Ibu Wanty mengajak mahasiswa untuk tidak terpuruk oleh kegagalan, tetapi menjadikannya pijakan untuk bangkit dan berkembang.

Para mahasiswa yang hadir tampak antusias dan serius mendengarkan. Beberapa di antaranya mengaku bahwa pesan yang disampaikan sangat relevan dengan situasi yang mereka hadapi saat ini—mulai dari tekanan kuliah, kebingungan menentukan arah, hingga rasa takut gagal. Kisah sang romo, yang tetap teguh meski berkali-kali jatuh, memberikan dorongan moral yang kuat bagi mereka.

Acara Halal Bihalal kali ini pun menghadirkan kesan mendalam. Selain mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen, kegiatan tersebut memberikan ruang perenungan bagi mahasiswa untuk memahami makna perjuangan, proses, dan keteguhan hati.

Meski mengusung konsep Halal Bihalal yang identik dengan nuansa religius, kegiatan yang diselenggarakan UBSI pada 7 April tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan semata. Acara ini juga menjadi ruang berbagi kisah inspiratif yang mampu menguatkan karakter dan pola pikir mahasiswa, sebagaimana terlihat melalui cerita yang dibawakan Wanty Eka Jayanti, M.Si., M.Pd. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Halal Bihalal dapat menjadi ajang refleksi yang lebih luas, tidak hanya tentang silaturahmi spiritual, tetapi juga tentang pembelajaran hidup yang relevan bagi perkembangan diri mahasiswa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UBSI berharap mahasiswa membawa pulang semangat baru serta pemahaman akan pentingnya keteguhan dalam menjalani kehidupan dan pendidikan.

Baca Juga: Inspirasi 2026: Merancang Masa Depan dengan Keberanian dan Kreativitas

Kasih Pertiwi