Khatulistiwahits–Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini, para mahasiswa melakukan program edukasi sopan santun untuk anak-anak di TPA Darut Taubah, sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an yang aktif membina anak usia dini hingga remaja. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme, baik dari mahasiswa maupun para santri.
Program ini menjadi bagian dari agenda rutin UBSI dalam mendorong mahasiswa terjun langsung ke lingkungan masyarakat sebagai bentuk implementasi ilmu dan nilai sosial. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak anak-anak untuk memahami pentingnya sopan santun melalui permainan edukatif, cerita interaktif, serta contoh perilaku sehari-hari.
Menurut salah satu mahasiswa yang terlibat, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya akhlak dan etika dalam pergaulan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, mereka berharap anak-anak lebih mudah menerima materi dan mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Para santri TPA Darut Taubah tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mulai dari mengenal ucapan salam, cara berbicara sopan kepada orang yang lebih tua, hingga menghargai teman sebaya, semua dipelajari dengan metode yang ringan namun bermakna. Interaksi dua arah membuat suasana belajar terasa hidup dan menyenangkan.
Pengurus TPA Darut Taubah menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa UBSI yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Mereka mengatakan bahwa nilai-nilai sopan santun sangat penting ditanamkan sejak dini, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang cepat memengaruhi perilaku anak.
Baca Juga:Universitas BSI Kampus Pontianak Gelar Berbagi Sesama Insan di Panti Asuhan Al-Adabiy Pontianak
Selain memberikan edukasi, mahasiswa UBSI juga memfasilitasi beberapa permainan kelompok untuk melatih kerja sama, saling menghargai, dan kejujuran. Melalui aktivitas ini, anak-anak dapat belajar nilai karakter tanpa merasa sedang diajarkan secara formal. Mereka terlihat sangat menikmati permainan sambil memahami pesan moral yang tersirat.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa UBSI. Mereka mengaku mendapatkan banyak pelajaran tentang cara berkomunikasi dengan anak-anak, membangun kedekatan emosional, serta menjadi teladan melalui tindakan sederhana. Interaksi ini membantu mereka memahami realitas sosial sekaligus mempertajam kemampuan soft skills.
Dengan semakin banyaknya kegiatan berbasis karakter seperti ini, UBSI berharap dapat terus memperkuat kontribusi positif bagi masyarakat. Mereka juga ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan kemampuan berperan aktif dalam lingkungan sosial.
Di akhir kegiatan, mahasiswa dan para santri melakukan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Anak-anak juga diberikan lembar evaluasi sederhana untuk mengingat kembali materi sopan santun yang telah dipelajari. Harapannya, nilai-nilai tersebut dapat terus diterapkan di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Program edukasi sopan santun di TPA Darut Taubah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan positif dan penuh manfaat. Dengan pendekatan yang kreatif dan kekinian, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai daerah.









