KhatulistiwaHits, Jakarta — Universitas Siber Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Cyber University, berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satunya melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Khusus, yang digelar pada Jumat (13/3).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cyber University lantai dua ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi perpajakan di lingkungan akademik, sekaligus mendorong pemahaman sistem perpajakan berbasis digital melalui Coretax.
Kolaborasi Strategis Kampus dan DJP
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Wakil Rektor Universitas Siber Indonesia, Agus Trihandoyo, bersama Rino Sugiarto selaku Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil DJP Jakarta Khusus. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam menjawab tantangan transformasi digital di sektor perpajakan.
Rektor Universitas Siber Indonesia, Gunawan Witjakseno, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif.
“Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memastikan sivitas akademika tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan sistem perpajakan digital seperti Coretax. Ini penting agar lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Selain penandatanganan, kegiatan ini juga melibatkan dosen dan tenaga kependidikan yang berperan aktif dalam mendukung implementasi program ke depan. Turut hadir Irla Putri Safitri sebagai Penyuluh Pajak Ahli Pertama, yang memperkuat sisi teknis dalam pengenalan sistem perpajakan terbaru.
Baca juga: Mau Jadi Programmer, Data Scientist, atau Cyber Security? Jurusan IT Ini Lagi Diburu di Era AI
Integrasi Kurikulum dan Program Kolaboratif
Melalui kerja sama ini, Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia berencana mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, hingga pendampingan penggunaan sistem Coretax. Tidak hanya itu, materi perpajakan juga akan diintegrasikan ke dalam kurikulum, termasuk pada Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU), guna memperluas pemahaman mahasiswa sejak dini.
Langkah ini dinilai penting mengingat perkembangan sistem perpajakan di Indonesia yang semakin mengarah pada digitalisasi. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna sistem, tetapi juga mampu berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan pajak di masa depan.
Secara keseluruhan, kerja sama ini memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Siber Indonesia dan Kanwil DJP Jakarta Khusus. Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi upaya nyata dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perpajakan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.















