Example 160x600
Example 160x600
Film

Live-Action Moana Gagal Penuhi Ekspektasi, Mengapa Film Disney Ini Tersandung di Box Office?

105
×

Live-Action Moana Gagal Penuhi Ekspektasi, Mengapa Film Disney Ini Tersandung di Box Office?

Sebarkan artikel ini
Live-Action
Example 468x60

KhatulistiwaHits – Disney kembali menghadapi tantangan besar di industri perfilman. Film live-action Moana yang sebelumnya diprediksi menjadi salah satu blockbuster terbesar tahun ini justru mencatat pembukaan box office yang jauh di bawah ekspektasi. Meski berhasil menempati posisi pertama di Amerika Utara pada akhir pekan debutnya, capaian pendapatannya dinilai belum sebanding dengan biaya produksi yang sangat besar.

Film yang dibintangi Catherine Laga’aia sebagai Moana dan Dwayne Johnson yang kembali memerankan Maui ini hanya meraup sekitar US$43 juta di Amerika Utara dan sekitar US$95 juta secara global pada pekan pertama penayangannya. Laporan dari Euronews (13/07) angka tersebut tergolong mengecewakan untuk film dengan anggaran produksi sekitar US$250 juta.

Jauh di Bawah Kesuksesan Film Animasinya

Performa live-action Moana kontras dengan film animasi pertamanya yang dirilis pada 2016. Film animasi tersebut membuka penayangan di Amerika Utara dengan pendapatan sekitar US$56,6 juta dan kemudian mengumpulkan lebih dari US$643 juta di box office global. Sementara itu, Moana 2 yang tayang pada 2024 bahkan melampaui pencapaian tersebut dengan pendapatan lebih dari US$1 miliar di seluruh dunia.

Perbandingan ini membuat banyak analis menilai bahwa versi live-action gagal memanfaatkan besarnya popularitas waralaba Moana.

Mengapa Live-Action Moana Kurang Diminati?

Sejumlah analis industri menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan performa film ini tidak sesuai harapan.

1. Terlalu Mirip dengan Film Asli

Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah minimnya perbedaan antara versi live-action dan film animasi.

Banyak penonton merasa remake tersebut hanya menghadirkan cerita yang sama dengan perubahan visual, sehingga tidak memberikan alasan kuat untuk kembali membeli tiket bioskop.

2. Kejenuhan terhadap Remake Disney

Dalam beberapa tahun terakhir Disney terus menghadirkan remake live-action dari film-film animasi klasiknya.

Walaupun beberapa judul seperti The Lion King, Beauty and the Beast, dan Lilo & Stitch sukses besar, remake lain seperti Snow White dan kini Moana menunjukkan bahwa formula tersebut tidak selalu berhasil menarik antusiasme penonton.

3. Persaingan Film dan Event Besar

Saat dirilis, Moana juga menghadapi persaingan ketat dari sejumlah film keluarga lain yang masih tayang di bioskop. Selain itu, perhatian publik di berbagai negara juga terbagi oleh penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026, yang turut memengaruhi jumlah penonton bioskop pada akhir pekan pembukaan.

Penonton Menyukai, Kritikus Tidak Terlalu

Menariknya, respons penonton terhadap film ini sebenarnya cukup positif.

Laporan industri menunjukkan bahwa Moana memperoleh nilai CinemaScore A- dan skor penonton sekitar 90 persen di Popcornmeter. Namun, ulasan dari para kritikus jauh lebih beragam, dengan banyak yang menilai film tersebut kurang menawarkan sesuatu yang baru dibanding versi animasinya.

Baca Juga: Terungkap! Inilah Penjahat Disney Paling Jahat Sepanjang Masa, Bukan Scar atau Maleficent

Perbedaan pendapat antara kritikus dan penonton menunjukkan bahwa film ini masih memiliki daya tarik bagi penggemar setia waralaba, meski belum cukup kuat untuk menciptakan gelombang penonton baru.

Masih Berpeluang Bangkit?

Meski pembukaan box office tergolong mengecewakan, peluang Moana untuk memperbaiki performa masih terbuka.

Film keluarga umumnya memiliki usia tayang yang lebih panjang dibanding genre lain, terutama selama musim liburan sekolah. Jika mampu mempertahankan jumlah penonton dari mulut ke mulut (word of mouth), pendapatan globalnya masih bisa terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan. Namun, untuk mencapai titik impas, film ini harus menempuh perjalanan yang cukup berat mengingat besarnya biaya produksi dan pemasaran.

Pelajaran bagi Disney

Performa live-action Moana menjadi sinyal bahwa strategi remake Disney mulai menghadapi tantangan baru. Kesuksesan sebuah film kini tidak lagi hanya bergantung pada popularitas judul lamanya, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda dan relevan bagi penonton modern.

Bagi Disney, hasil ini menjadi pengingat bahwa nostalgia memang memiliki daya tarik, tetapi inovasi tetap menjadi faktor penting dalam mempertahankan dominasi di industri perfilman. Sementara itu, bagi penggemar Moana, film ini tetap menawarkan kesempatan untuk kembali menjelajahi petualangan di Samudra Pasifik—meski kali ini belum mampu menciptakan gelombang sebesar pendahulunya.