Example 160x600
Example 160x600
Pendidikan

Bersiap Uji Sertifikasi Kompetensi Programmer BNSP, 49 Mahasiswa Prodi SIA UBSI Pontianak Ikuti Pelatihan Intensif

×

Bersiap Uji Sertifikasi Kompetensi Programmer BNSP, 49 Mahasiswa Prodi SIA UBSI Pontianak Ikuti Pelatihan Intensif

Sebarkan artikel ini

Dua asesor LSP BSI memberikan materi mendalam untuk mempersiapkan mahasiswa semester 4 dan 6 menghadapi sertifikasi kompetensi skema programmer.

Bersiap Uji Kompeten
Example 468x60

Khatulistiwahits, PONTIANAK – Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak menggelar Pelatihan Intensif Sertifikasi Programmer pada Jumat (11/7/2025). Kegiatan yang diikuti 49 mahasiswa semester 4 dan 6 ini merupakan persiapan menghadapi ujian sertifikasi kompetensi skema programmer Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelatihan intensif ini menghadirkan dua pemateri yang merupakan asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI, yaitu Lisnawanty, ST, M.Kom dan Agung Sasongko, M.Kom. Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Kepala Program Studi SIA Pontianak, Raja Sabaruddin, M.Kom.

“Pelatihan intensif ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa tentang standar kompetensi programmer yang akan diuji dalam sertifikasi BNSP. Kami ingin memastikan mahasiswa benar-benar siap dan percaya diri menghadapi ujian sertifikasi,” kata Raja Sabaruddin.

Materi Mendalam dari Asesor Berpengalaman

Lisnawanty, ST, M.Kom, salah satu asesor LSP BSI yang menjadi pemateri, menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus pada penguasaan unit-unit kompetensi yang akan diujikan. “Kami memberikan materi yang komprehensif mulai dari penggunaan spesifikasi program, penulisan kode sesuai guidelines dan best practices, hingga implementasi pemrograman terstruktur dan berorientasi objek,” jelasnya.

Menurutnya, pelatihan intensif ini berbeda dengan pembekalan biasa karena lebih fokus pada praktik langsung dan simulasi ujian. “Mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga berlatih mengerjakan soal-soal yang serupa dengan yang akan muncul dalam ujian sertifikasi sebenarnya,” tambah Lisnawanty.

Persiapan Menghadapi Standar BNSP

Agung Sasongko, M.Kom, asesor kedua yang menjadi pemateri, menekankan pentingnya persiapan matang menghadapi sertifikasi BNSP. “Sertifikasi kompetensi skema programmer BNSP memiliki standar yang tinggi dan diakui secara nasional. Oleh karena itu, persiapan yang intensif sangat diperlukan,” katanya.

Agung menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini, mahasiswa dibekali dengan pemahaman tentang kriteria unjuk kerja, elemen kompetensi, dan metode asesmen yang akan digunakan. “Kami juga memberikan tips dan strategi menghadapi ujian, termasuk manajemen waktu dan teknik problem solving yang efektif,” ungkapnya.

Antusiasme Tinggi Peserta

Kehadiran 49 mahasiswa dari semester 4 dan 6 menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program sertifikasi kompetensi. Raja Sabaruddin mengapresiasi respons positif mahasiswa tersebut.

“Respons mahasiswa sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran mereka akan pentingnya sertifikasi kompetensi untuk masa depan karir. Sertifikat BNSP akan menjadi nilai tambah yang signifikan ketika mereka memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Manfaat Strategis Sertifikasi BNSP

Sertifikasi kompetensi skema programmer BNSP memberikan berbagai keuntungan strategis bagi lulusan. Selain meningkatkan kredibilitas dan daya saing di dunia kerja, sertifikat ini juga memberikan jaminan bahwa pemegang sertifikat memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional.

“Lulusan yang memiliki sertifikat BNSP akan lebih mudah diterima di perusahaan-perusahaan besar yang mensyaratkan sertifikasi kompetensi. Mereka juga berpotensi mendapat gaji yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak bersertifikat,” kata Lisnawanty.

Komitmen Berkelanjutan

Raja Sabaruddin menegaskan bahwa pelatihan intensif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Program Studi SIA UBSI Pontianak dalam menghasilkan lulusan berkualitas. “Kami akan terus mengembangkan program-program yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, tidak hanya secara akademik tetapi juga profesional,” ungkapnya.

Pelatihan intensif ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa dalam ujian sertifikasi kompetensi dan memperkuat posisi Program Studi SIA UBSI Pontianak sebagai penghasil tenaga kerja siap pakai di bidang sistem informasi akuntansi.

Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi yang baik antara institusi pendidikan dengan lembaga sertifikasi profesi dalam mempersiapkan SDM yang kompeten dan tersertifikasi sesuai kebutuhan industri di era digital.