Khatulistiwahits, Pontianak — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat kini dapat berkomunikasi, bertransaksi, memperoleh informasi, hingga menjalankan berbagai aktivitas sosial hanya melalui perangkat digital. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat risiko yang juga semakin besar, salah satunya adalah maraknya penipuan digital dan penyalahgunaan data pribadi.
Melihat kondisi tersebut, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Komunitas Sedekah Pontianak. Kegiatan ini mengangkat tema “Puan Bijak Digital: Jurus Jitu Tangkal SMS/Telp Tipu-Tipu, Lindungi Data, Amankan Keluarga” dengan fokus materi “Anatomi Penipuan Digital: Mengapa Kita Mudah Tergiur dan Cara Menangkalnya.”
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Jalan Tabrani Achmad, Komplek Palestine Indah Permai 2 No. C28, Pontianak Barat, Kota Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 anggota Komunitas Sedekah Pontianak yang mendapatkan edukasi mengenai berbagai bentuk ancaman digital serta langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga.
Dosen UBSI Berikan Edukasi tentang Ancaman Penipuan Digital
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dosen UBSI yang diketuai oleh Ade Hendini, M.Kom. Anggota tim terdiri dari Lisnawanty, ST, M.Kom., Sri Murni, M.Kom., dan Wanty Eka Jayanti, M.Si., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Wanty Eka Jayanti, M.Si., M.Pd. bertindak sebagai pemateri yang menyampaikan materi mengenai “Anatomi Penipuan Digital: Mengapa Kita Mudah Tergiur dan Cara Menangkalnya.”
Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat. Peserta tidak hanya diberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga diajak mengenali berbagai pola penipuan yang sering ditemukan melalui telepon seluler dan media komunikasi digital.
Penipuan digital saat ini tidak selalu dilakukan dengan cara yang mudah dikenali. Pelaku dapat menggunakan berbagai pendekatan psikologis untuk membuat korban panik, takut, penasaran, atau bahkan tergiur dengan keuntungan tertentu. Kondisi tersebut membuat seseorang terkadang mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi.
Dalam penyampaian materinya, Wanty menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk menghindari penipuan digital adalah tidak mudah percaya dan tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menerima informasi yang mencurigakan.
“Penipuan digital tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga memanfaatkan psikologi manusia. Ketika seseorang dibuat panik, takut, atau tergiur dengan sesuatu, kemampuan untuk berpikir kritis dapat menurun. Karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhenti sejenak, berpikir, kemudian melakukan pemeriksaan sebelum mengambil tindakan,” jelas Wanty.
Mengenali Berbagai Modus Penipuan
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai modus penipuan yang umum terjadi di lingkungan masyarakat, di antaranya penipuan melalui SMS dan telepon, pesan WhatsApp, tautan palsu, undian atau hadiah fiktif, permintaan kode OTP, penyamaran sebagai pihak tertentu, hingga modus yang meminta korban melakukan transfer dana secara cepat.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda komunikasi yang mencurigakan. Beberapa ciri yang perlu diperhatikan antara lain adanya permintaan untuk segera mengambil keputusan, penggunaan bahasa yang menakut-nakuti, tawaran hadiah atau keuntungan yang tidak masuk akal, permintaan data pribadi, permintaan kode OTP atau PIN, serta tautan yang tidak jelas sumbernya.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak membedakan antara pesan yang wajar dengan pesan yang memiliki indikasi penipuan. Contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari digunakan agar peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya diharapkan mampu mengenali penipuan yang pernah terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengantisipasi modus-modus baru yang mungkin muncul di kemudian hari.
Pentingnya Melindungi Data Pribadi
Selain membahas modus penipuan, kegiatan ini juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga data pribadi.
Peserta diberikan pemahaman bahwa data seperti nomor identitas, nomor telepon, alamat, informasi rekening, PIN, password, dan kode OTP merupakan informasi yang harus dijaga kerahasiaannya. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab apabila diberikan secara sembarangan.
Peserta juga diingatkan untuk tidak langsung memberikan informasi pribadi ketika menerima telepon atau pesan dari pihak yang mengaku sebagai bank, perusahaan, instansi pemerintah, maupun pihak lain, sebelum memastikan identitas dan kebenaran informasi tersebut.
Kebiasaan sederhana seperti memeriksa kembali nomor pengirim, tidak sembarangan mengklik tautan, menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan keamanan tambahan pada akun, serta melakukan verifikasi melalui saluran resmi menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada peserta.
Masyarakat Diajak Menjadi Pengguna Digital yang Kritis
Salah satu pesan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya membangun budaya literasi digital dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Peserta diajak memahami bahwa tidak semua informasi yang diterima melalui media digital dapat langsung dipercaya. Informasi perlu diperiksa terlebih dahulu, terutama jika berkaitan dengan uang, data pribadi, kesehatan, hadiah, pekerjaan, maupun permintaan untuk melakukan tindakan tertentu.
Konsep “berhenti, berpikir, dan memeriksa” diperkenalkan sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menerima informasi mencurigakan.
Peserta juga diajak untuk tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi turut memberikan edukasi kepada anggota keluarga. Hal ini dinilai penting karena ancaman digital dapat menyasar siapa saja, termasuk orang tua, anak-anak, maupun anggota keluarga yang belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai keamanan digital.
Dengan demikian, literasi digital tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang lebih aman dalam menggunakan teknologi.
Antusiasme Komunitas Sedekah Pontianak
Kegiatan yang diikuti oleh 30 anggota Komunitas Sedekah Pontianak ini berlangsung secara interaktif. Peserta aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta menyampaikan pengalaman dan pertanyaan terkait berbagai kejadian yang pernah mereka temui di lingkungan digital.
Antusiasme peserta terlihat ketika pemateri memberikan contoh-contoh kasus penipuan yang sering terjadi melalui telepon maupun aplikasi pesan. Beberapa peserta juga berdiskusi mengenai cara memastikan apakah sebuah pesan berasal dari pihak yang benar-benar resmi atau justru merupakan upaya penipuan.
Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga saling berbagi pengalaman. Dengan adanya diskusi tersebut, peserta dapat belajar dari berbagai kasus yang pernah dialami oleh orang lain sehingga diharapkan semakin berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital.
Melibatkan Tiga Mahasiswa UBSI
Selain melibatkan dosen, kegiatan PkM ini juga melibatkan tiga orang mahasiswa UBSI. Keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Mahasiswa turut membantu dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, registrasi dan pendampingan peserta, dokumentasi, hingga membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan memiliki kepedulian sosial serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa perkembangan teknologi informasi perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakannya secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Wujud Kontribusi Perguruan Tinggi kepada Masyarakat
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan.
Tim dosen UBSI berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan satu kali pertemuan, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
Ketua tim PkM, Ade Hendini, M.Kom., bersama anggota tim berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dikembangkan dengan mengangkat berbagai isu digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Perkembangan teknologi akan terus berlangsung. Karena itu, masyarakat juga harus terus meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaannya. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ungkap tim PkM UBSI.
Membangun Masyarakat yang Aman dan Bijak di Ruang Digital
Melalui kegiatan “Puan Bijak Digital”, dosen UBSI berupaya memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan diri dan keluarga di tengah perkembangan teknologi digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anggota Komunitas Sedekah Pontianak agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi, tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal, tidak mudah panik ketika mendapatkan pesan atau telepon mencurigakan, serta selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan data maupun melakukan transaksi.
Pada akhirnya, literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga tentang kemampuan melindungi diri, menjaga data pribadi, berpikir kritis, mengenali risiko, dan mengambil keputusan secara bijak di ruang digital.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, UBSI terus berkomitmen menghadirkan kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat langsung serta mendukung terbentuknya masyarakat yang semakin cerdas, kritis, aman, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.









