Example 160x600
Example 160x600
PendidikanLocal News

Prodi Sistem Informasi UBSI Pontianak Gandeng DICO, Workshop AI Creative Cashflow Dorong Generasi Muda Raup Peluang Cuan dari Artificial Intelligence

3
×

Prodi Sistem Informasi UBSI Pontianak Gandeng DICO, Workshop AI Creative Cashflow Dorong Generasi Muda Raup Peluang Cuan dari Artificial Intelligence

Sebarkan artikel ini
Ai
Example 468x60

Khatulistiwahits, Pontianak – Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya menjadi teknologi masa depan, tetapi telah berkembang menjadi peluang ekonomi baru bagi generasi muda. Menjawab fenomena tersebut, Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Pontianak, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bekerja sama dengan DICO (Digital Innovation Creative Opportunity) menyelenggarakan Workshop AI bertajuk “AI Creative Cashflow – Cara Cepat Jadi Konten Kreator, Cuan Bermodal Artificial Intelligence” pada 9 Juli 2026, bertempat di Aula Universitas BSI Kampus Kota Pontianak.

Workshop ini menjadi salah satu rangkaian unggulan dalam Sistem Informasi EXPO 2026 yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa dan generasi muda mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam industri kreatif digital. Melalui kolaborasi dengan DICO, peserta diajak memahami bagaimana teknologi AI mampu mengubah cara seseorang menciptakan konten, membangun personal branding, hingga menghasilkan peluang bisnis yang bernilai ekonomi.

Menghadirkan Dedi Saputra, seorang Praktisi Digital & AI, Content Strategist, AI Enthusiast, sekaligus dosen Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kota Pontianak, workshop ini memberikan pembahasan komprehensif mengenai pemanfaatan berbagai platform AI dalam proses produksi konten digital secara cepat, efektif, dan berkualitas.

Tidak hanya membahas teori, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknik memanfaatkan AI untuk menemukan ide konten, menyusun naskah, menghasilkan visual kreatif, mengoptimalkan strategi distribusi di media sosial, hingga membangun ekosistem digital yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan menekankan bahwa AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat yang mampu mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan produktivitas seorang kreator.

Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari demonstrasi penggunaan berbagai tools berbasis AI hingga diskusi mengenai peluang profesi baru yang muncul seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung mengenai strategi membangun karier sebagai content creator di era digital.

Dalam pemaparannya, Dedi Saputra menegaskan bahwa perubahan terbesar yang sedang terjadi saat ini bukanlah hadirnya Artificial Intelligence, melainkan perubahan cara manusia memanfaatkannya.

“Artificial Intelligence tidak akan menggantikan manusia. Namun, manusia yang mampu memanfaatkan AI dengan baik akan memiliki keunggulan dibandingkan mereka yang mengabaikannya. Saat ini siapa pun memiliki kesempatan menjadi kreator digital yang produktif tanpa harus memiliki tim besar atau modal yang tinggi. AI membantu mempercepat proses, tetapi kreativitas, ide, dan nilai yang dibangun tetap berasal dari manusianya,” ujar Dedi.

Ia juga mengajak peserta untuk mulai membangun portofolio digital sejak dini sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Jangan hanya menjadi pengguna media sosial. Jadilah pencipta nilai melalui konten yang bermanfaat. AI dapat membantu menghasilkan ide, mempercepat produksi, hingga mengoptimalkan distribusi konten. Ketika kreativitas dipadukan dengan teknologi, peluang ekonomi digital akan terbuka sangat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Head of DICO Pontianak, Weiskhy Steven Dharmawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Program Studi Sistem Informasi UBSI Pontianak. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas digital menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan talenta muda menghadapi kebutuhan industri kreatif berbasis teknologi.

“DICO memiliki komitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan industri digital. Kolaborasi bersama Program Studi Sistem Informasi UBSI Pontianak menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang inovatif. Kami berharap melalui workshop ini lahir lebih banyak kreator digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence secara bijak dan produktif,” ungkap Weiskhy.

Baca Juga: Informatika Digital Expo 2026 di UBSI Pontianak, Ajang Inovasi Mahasiswa dan Teknologi Masa Depan

Ia menambahkan bahwa perkembangan AI membuka berbagai profesi baru yang sebelumnya belum pernah ada. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan keterampilan digital agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Workshop “AI Creative Cashflow – Cara Cepat Jadi Konten Kreator, Cuan Bermodal Artificial Intelligence” menjadi salah satu sesi yang paling menarik dalam rangkaian Sistem Informasi EXPO 2026 karena mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda. Selain memperoleh wawasan mengenai teknologi AI, peserta juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha dan karier di era ekonomi digital.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Kolaborasi bersama DICO menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan, komunitas digital, dan industri dapat berjalan beriringan dalam mencetak generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun nilai ekonomi, dan menjadi pelaku utama transformasi digital Indonesia.