KhatulistiwaHits – Google terus memperluas kemampuan AI Mode di Google Search. Dalam pembaruan terbaru, perusahaan mengumumkan bahwa AI Mode kini dapat terintegrasi dengan sejumlah layanan populer, termasuk Canva, YouTube Music, Instacart, Ticketmaster, StubHub, hingga Resy. Seperti dilansir Engadget (16/07), langkah ini membuat AI Mode tidak lagi hanya berfungsi sebagai mesin pencari berbasis AI, tetapi juga sebagai asisten digital yang mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas langsung dari satu tempat.
Pembaruan ini menjadi bagian dari strategi Google untuk menjadikan AI Mode sebagai pusat produktivitas dan perencanaan sehari-hari, sekaligus memperkuat persaingan dengan layanan AI seperti ChatGPT, Claude, dan Perplexity.
AI Mode Kini Bisa Terhubung ke Berbagai Aplikasi
Melalui integrasi baru tersebut, pengguna dapat meminta AI Mode melakukan berbagai tugas tanpa harus berpindah aplikasi.
Sebagai contoh, pengguna dapat:
- Membuat desain presentasi atau poster melalui Canva.
- Mengelola playlist di YouTube Music.
- Menyusun daftar belanja dan memesan kebutuhan rumah tangga melalui Instacart.
- Mencari sekaligus membeli tiket acara melalui Ticketmaster atau StubHub.
- Melakukan reservasi restoran menggunakan Resy.
Dengan pendekatan ini, AI Mode mampu menghubungkan berbagai layanan digital dalam satu alur percakapan yang lebih praktis.
Menggunakan Teknologi Model Context Protocol (MCP)
Agar dapat berinteraksi dengan aplikasi pihak ketiga, Google memanfaatkan teknologi Model Context Protocol (MCP).
MCP merupakan standar terbuka yang memungkinkan model AI berkomunikasi dengan berbagai layanan eksternal secara aman dan terstruktur. Teknologi ini membuat AI Mode dapat memahami permintaan pengguna, mengambil informasi dari aplikasi yang telah diizinkan, lalu membantu menyelesaikan tugas tanpa pengguna harus berpindah-pindah platform.
Google menyatakan bahwa pengguna tetap memiliki kendali penuh terhadap izin akses data, sehingga setiap integrasi hanya dapat berjalan setelah memperoleh persetujuan dari pemilik akun.
Produktivitas Jadi Lebih Praktis
Integrasi lintas aplikasi ini membuka berbagai kemungkinan baru dalam penggunaan AI Mode.
Misalnya, ketika merencanakan pesta ulang tahun, pengguna cukup mengetik:
“Buatkan desain undangan, siapkan playlist musik santai, lalu tambahkan bahan makanan untuk pesta ke keranjang belanja.”
AI Mode kemudian dapat membantu membuat desain di Canva, menyusun playlist di YouTube Music, dan menyiapkan daftar belanja di Instacart secara berurutan, tanpa pengguna harus membuka setiap aplikasi secara manual. (blog.google)
Pendekatan ini menjadikan AI sebagai asisten yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan nyata.
Google Perluas Ekosistem AI
Pembaruan AI Mode menunjukkan arah baru pengembangan AI Google.
Jika sebelumnya AI Search hanya berfungsi untuk merangkum hasil pencarian, kini AI Mode mulai berkembang menjadi platform yang mampu menjalankan berbagai tugas lintas aplikasi. Strategi tersebut sejalan dengan tren industri AI yang semakin berfokus pada AI Agent, yaitu sistem yang dapat membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan secara mandiri melalui integrasi dengan berbagai layanan digital. (theverge.com)
Langkah ini juga memperkuat posisi Google dalam persaingan menghadapi OpenAI, Anthropic, Microsoft, dan perusahaan AI lainnya yang tengah mengembangkan kemampuan serupa.
Masih Diluncurkan Secara Bertahap
Google menyebutkan bahwa integrasi dengan aplikasi pihak ketiga akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna AI Mode.
Baca Juga: Meta Luncurkan Pocket, Aplikasi AI yang Bisa Membuat Game Hanya dari Perintah Teks
Ketersediaan fitur dapat berbeda di setiap negara dan bergantung pada layanan yang didukung di wilayah masing-masing. Selain itu, pengguna harus memberikan izin sebelum AI Mode dapat mengakses akun mereka pada aplikasi yang terhubung.
Masa Depan Asisten AI Semakin Nyata
Dengan kemampuan baru ini, AI Mode semakin mendekati konsep asisten digital universal yang mampu membantu berbagai aktivitas sehari-hari melalui satu percakapan.
Mulai dari membuat desain, mengatur musik, merencanakan perjalanan, memesan tiket, hingga berbelanja kebutuhan rumah tangga, semuanya dapat dilakukan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Kehadiran integrasi lintas platform ini menunjukkan bahwa masa depan AI tidak lagi hanya berfokus pada menjawab pertanyaan, tetapi juga menjadi mitra produktivitas yang aktif membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien.









