Example 160x600
Example 160x600
Example 468x60
BeritaTeknologi

Teknologi AI Google Mampu Prediksi Banjir dan Kurangi Polusi Udara

×

Teknologi AI Google Mampu Prediksi Banjir dan Kurangi Polusi Udara

Sebarkan artikel ini
teknologi ai
Sumber : Freepik
Example 468x60

KhatulistiwaHits –  Teknologi AI ( Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Google mampu memprediksi datangnya banjir hingga seminggu sebelumnya. Teknologi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature, memastikan kevalidan dan kredibilitas metode AI dalam memprediksi bencana alam yang sering terjadi ini.

Google menggunakan berbagai data seperti sejarah, tingkat sungai, elevasi, dan topografi untuk melatih model machine learning. Dengan teknik ini, Google dapat membuat peta lokal dan melakukan ratusan ribu simulasi di setiap lokasi, sehingga menghasilkan prediksi banjir yang akurat.

Baca juga : Integrasi Teknologi Baru Internet of Things dan Cloud Computing Jadi Tema Seminar Wajib Mahasiswa Universitas BSI

Meskipun dapat memprediksi beberapa banjir hingga tujuh hari sebelumnya, rata-rata prediksi Google adalah lima hari sebelumnya. Ini jauh lebih maju dibandingkan sistem tradisional yang hanya memprediksi beberapa jam sebelumnya. Prediksi ini telah membantu 460 juta orang di 80 negara dengan prediksi banjir yang lebih akurat.

Selain itu, Google juga telah mengembangkan solusi AI untuk mengurangi polusi udara di perkotaan melalui Project Green Light. Menggunakan machine learning untuk menganalisis data dari Google Maps, seperti tingkat kemacetan lalu lintas dan waktu tunggu di persimpangan lampu lalu lintas, Google dapat mengatur waktu lampu lalu lintas lebih efisien.

Teknologi AI Google Dapat Prediksi Banjir 5 Hari Sebelumnya

Dalam kurun waktu dua tahun, Project Green Light telah berhasil mengurangi penggunaan bahan bakar dan penundaan di persimpangan hingga 20 persen. Program ini telah diperluas ke 12 kota di seluruh dunia, termasuk Rio de Janeiro, Manchester, dan Jakarta, dengan rencana ekspansi lebih lanjut pada tahun 2024.

Dampak positif dari teknologi ini sudah terlihat, seperti di Manchester di mana proyek ini berhasil meningkatkan tingkat emisi dan kualitas udara sebesar 18 persen. Selain itu, Google Maps juga berperan penting dalam pengurangan emisi karbon dengan mengoptimalkan rute perjalanan, mengurangi sekitar 2,4 juta metrik ton emisi karbon, setara dengan menggantikan setengah juta mobil bensin selama satu tahun penuh.

Baca juga : Cognition Labs Luncurkan Devin, Apakah Programmer Akan Digantikan oleh AI?

Google berkomitmen untuk terus mengeksplorasi potensi teknologi AI untuk membuat model prediksi banjir yang lebih baik dan efisien dalam mengurangi polusi udara. Google juga telah bekerja sama dengan peneliti akademik untuk menyempurnakan pendekatan berbasis AI ini, dengan harapan mengembangkan platform prediksi banjir global secara menyeluruh dan menciptakan kota-kota yang lebih berkelanjutan.

Dengan kemajuan teknologi AI dari Google ini, harapan untuk menciptakan kota-kota yang lebih aman dan berkelanjutan menjadi semakin nyata. Teknologi ini tidak hanya berpotensi menyelamatkan nyawa tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat perkotaan di seluruh dunia.