KhatulistiwaHits, Pontianak — Perkembangan teknologi yang pesat, terutama dalam bidang Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), mendorong dunia pendidikan untuk terus memperkuat kompetensi mahasiswa. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak sukses menggelar kegiatan IT Bootcamp bertema “Transformasi Digital: Integrasi IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan” yang berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Senin (21/7) hingga Kamis (24/7).
Bootcamp ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Pada 21–22 Juli 2025, kegiatan berlangsung di Aula UBSI kampus Pontianak. Sementara itu, pada 24 Juli 2025, kegiatan dilanjutkan di Meeting Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Barat. Peserta bootcamp merupakan mahasiswa semester 4 dan 6 dari Prodi Informatika UBSI kampus Pontianak.
Dosen SIA Jadi Narasumber di Bootcamp Informatika
Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ir. Nanda Diaz Arizona, dosen dari Prodi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) UBSI kampus Pontianak yang dikenal memiliki keahlian di bidang digital forensik, pemrograman, analisis jaringan, hingga pengembangan mikrokontroler. Dalam sesi pemaparannya, Nanda menjelaskan pentingnya pemahaman teknologi sebagai bekal utama mahasiswa di era disrupsi digital. Ia juga menekankan perlunya integrasi antara penguasaan teknis dan pola pikir solutif.
“Mahasiswa perlu memahami bagaimana teknologi seperti IoT dan AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga solusi nyata di berbagai sektor. Lewat bootcamp ini, kami ingin menanamkan pola pikir kolaboratif dan solutif agar mereka siap menghadapi tantangan global,” ujar Nanda dalam rilis yang diterima, Rabu (23/7).
Selain Nanda, kegiatan ini turut menghadirkan Reza Afrizal, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) dari Diskominfo Kalimantan Barat. Reza berkontribusi dalam sesi praktikum dan diskusi seputar penerapan AI dan IoT dalam pelayanan publik. Dukungan kegiatan juga diberikan oleh Herman Firmansyah dan Rizki Syahwal Ludiansyah sebagai pendamping, serta Muhammad Iqbal sebagai moderator.
Kaprodi SIA UBSI kampus Pontianak, Raja Sabaaruddin, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan dosen Prodi SIA dalam kegiatan lintas program studi ini. Ia menegaskan bahwa kontribusi dosen SIA dalam pengembangan teknologi digital mencerminkan komitmen prodi terhadap kolaborasi keilmuan lintas disiplin.
“Partisipasi Nanda sebagai narasumber membuktikan bahwa dosen-dosen SIA tidak hanya kompeten dalam sistem informasi akuntansi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi digital lintas bidang,” ungkap Raja.
Dalam kegiatan ini, peserta juga terlibat aktif dalam proyek berbasis tim yang menggabungkan sensor IoT dan algoritma AI. Hasil proyek tidak hanya dipresentasikan di akhir sesi, tetapi juga diajukan sebagai karya intelektual melalui skema pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Baca juga: IT Bootcamp UBSI Kampus Pontianak: Eksplorasi Pemanfaatan AI dan IoT di Layanan Publik
Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara dua program studi di lingkungan UBSI. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya menguatkan kapasitas mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik industri dan teknologi mutakhir. Ke depan, sinergi antara Prodi Informatika dan Prodi SIA diharapkan terus berlanjut dalam bentuk kegiatan akademik dan inovasi lainnya, guna mencetak lulusan yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(Tiara Sari)













