KhatulistiwaHits, Pontianak — Perayaan Wisuda ke-17 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak menghadirkan suasana yang hangat, penuh kebanggaan, dan sarat refleksi. Di tengah kegembiraan para lulusan dan keluarga, prosesi yang digelar di Qubu Resort, Kubu Raya, pada Rabu (12/11) ini menegaskan kembali komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam membentuk lulusan adaptif dan siap bersaing di era teknologi.
Acara wisuda tidak hanya menjadi tanda berakhirnya masa studi, tetapi juga momentum penting bagi para lulusan untuk memahami arti kemandirian akademik setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran. Pesan tersebut kembali dipertegas dalam sambutan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan, Dr. Drs. Muhammad Akbar, yang memberikan refleksi mendalam mengenai perjalanan akademik para wisudawan.
Makna Kemerdekaan Akademik dan Transformasi Lulusan di Era Digital
Dalam paparannya, Akbar menekankan bahwa kelulusan merupakan bentuk “kemerdekaan” setelah mahasiswa menuntaskan seluruh kewajiban akademik yang dijalankan secara bertahap selama bertahun-tahun.
“Anda semua telah menyelesaikan ratusan SKS yang menjadi kewajiban mahasiswa. Hari ini Anda bebas dari itu semua, sekaligus telah menunaikan amanah orang tua dengan tuntas,” ujarnya dalam sambutan.
Akbar juga menyoroti bahwa keberhasilan akademik bukan hanya hasil dari ketekunan pribadi, melainkan juga buah pengorbanan orang tua dan keluarga yang setia mendampingi proses pendidikan sejak awal. Wisuda, menurutnya, adalah ruang untuk merayakan capaian sekaligus menghargai perjuangan orang-orang di balik keberhasilan itu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan makna di balik prosesi pemindahan tali toga dari kiri ke kanan. Pemindahan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan simbol bahwa seluruh pengetahuan yang diperoleh telah melalui proses ilmiah yang sahih dan kini siap dijalankan dalam kehidupan nyata.
Ia kemudian mendorong para lulusan untuk mengembangkan kemampuan adaptasi, eksplorasi, dan kolaborasi di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, katanya, harus menjadi bekal untuk menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu kesempatan datang.
Prosesi wisuda ini menjadi penegasan bahwa UBSI, sebagai Kampus Digital Kreatif, terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kesiapan mental, dan kecakapan digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dengan pesan mengenai kemerdekaan akademik, penghargaan terhadap orang tua, dan kesiapan memasuki dunia profesional, rangkaian wisuda ini menjadi penutup yang tidak hanya bermakna bagi para lulusan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan baru mereka baru saja dimulai.(Tiara Sari)









