KhatulistiwaHits, Pontianak – Prosesi Wisuda ke-17 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak yang digelar pada Rabu (12/11) di Qubu Resort, Kubu Raya, menjadi momen bersejarah bagi para lulusan. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan talenta muda yang unggul di bidang teknologi dan industri kreatif. Pada kesempatan ini, salah satu mahasiswa yang mendapat perhatian khusus adalah Ailani, lulusan Program Studi Sistem Informasi (D3) yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,97.
Buktikan Perjuangan dan Konsistensi Berbuah Manis
Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga yang selama ini mendukung penuh perjalanan akademiknya. Ia menyampaikan bahwa terpilih sebagai wisudawan terbaik adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Rasanya sangat bahagia dan tidak menyangka bisa terpilih sebagai wisudawan terbaik. Semua usaha dan doa selama kuliah akhirnya terasa terbayar. Penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik ke depannya,” ujar Ailani.
Pihak kampus menjelaskan bahwa pemilihan wisudawan terbaik dilakukan melalui proses seleksi ketat yang mempertimbangkan prestasi akademik, kontribusi organisasi, serta rekam jejak positif mahasiswa. Kriteria tersebut menggambarkan kualitas lulusan yang ingin dihasilkan Kampus Digital Kreatif pribadi adaptif, kompeten secara digital, dan siap bersaing di dunia kerja.
Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak, Muhammad Sony Maulana, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tersebut.
“Ailani menunjukkan bahwa ketekunan dan kesungguhan selalu membuahkan hasil. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Kami di Program Studi Sistem Informasi terus berupaya memberikan pengalaman belajar yang relevan agar mahasiswa siap bersaing di dunia kerja berbasis teknologi,” ungkap Sony.
Motivasi Ailani memilih kuliah di UBSI berawal dari minat pada teknologi serta melihat banyaknya pembelajaran praktis yang ditawarkan kampus. Pengalaman paling berkesan baginya adalah proses pengerjaan tugas akhir yang mengajarkannya kerja sama tim, manajemen waktu, dan keberanian menghadapi hal-hal baru.
Selama kuliah, ia aktif di HIMSI. Tahun 2022–2023 ia menjadi anggota divisi entrepreneurship, dan pada 2023–2024 menjabat sebagai bendahara. Aktivitas tersebut menambah kecakapannya dalam berorganisasi dan mengatur tanggung jawab.
Perjuangan dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci Kesuksesan Ailani
Perjalanan Ailani tidak lepas dari latar belakang keluarga sederhana. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dan menjadi orang pertama yang berhasil mencapai jenjang pendidikan tinggi. Ayahnya bekerja sebagai petani dan ibunya berjualan kue. Semangat dan kerja keras orang tuanya menjadi sumber motivasi dalam setiap langkahnya.
“Apa yang saya capai hari ini adalah hasil dari doa dan perjuangan orang tua. Saya ingin membanggakan mereka dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya, Ailani mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1 di UBSI. Kesempatan tersebut menjadi langkah awal baginya untuk terus berkembang di dunia akademik dan menambah kompetensi di bidang teknologi.
Prestasi yang diraih Ailani menjadi gambaran keberhasilan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghadirkan pendidikan modern yang relevan, inklusif, dan membentuk lulusan yang siap menghadapi perkembangan industri teknologi.(Tiara Sari)















