Example 160x600
Example 160x600
BeritaEvent

UBSI Kampus Pontianak dan Komdigi Gelar Literasi Digital: Mencegah Judi Online di Kehidupan Personal

×

UBSI Kampus Pontianak dan Komdigi Gelar Literasi Digital: Mencegah Judi Online di Kehidupan Personal

Sebarkan artikel ini
literasi
Example 468x60

KhtulistiwaHits, Pontianak – Dalam upaya meningkatkan kesadaran digital mahasiswa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak bekerja sama dengan Pandu Literasi Digital Komdigi menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital Pendidikan bertema “Mencegah Judi Online dalam Kehidupan Personal” pada Sabtu (15/11) secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang bahaya judi online sekaligus menyiapkan mereka menjadi agen perubahan di masyarakat.

Acara menghadirkan Yoki Firmansyah, Pandu Literasi Digital Komdigi sekaligus dosen UBSI kampus Pontianak, yang aktif dalam berbagai kegiatan literasi digital di masyarakat. Yoki juga terlibat dalam program literasi tingkat daerah untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat. Turut hadir Raja Sabaruddin, Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Pontianak, sebagai keynote speaker. Acara dipandu oleh Khairatun Nisa, mahasiswa UBSI sekaligus anggota HIMASA.

Selama empat jam kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang dampak negatif judi online, mulai dari kerugian ekonomi, efek psikologis, hingga rusaknya relasi sosial. Narasumber juga mengulas pola penyebaran judi online serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan generasi muda.

Kesadaran Personal Mahasiswa

Dalam penyampaiannya, Yoki Firmansyah menekankan pentingnya kesadaran pribadi mahasiswa dalam menghadapi risiko judi online. Ia menjelaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari diri sendiri.

“Mahasiswa harus memiliki kesadaran untuk menolak judi online. Ketika kesadaran itu terbentuk, mereka bisa menjadi agen perubahan yang menyebarkan edukasi digital positif kepada masyarakat. Ini adalah langkah nyata memerangi ancaman digital yang merusak generasi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (18/11).

Raja Sabaruddin menyoroti kebutuhan mendesak literasi digital bagi mahasiswa di era digital. Ia menekankan bahwa judi online tidak hanya merugikan individu, tetapi juga melemahkan masa depan generasi muda.

“Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan wawasan agar mereka tidak hanya memahami risiko, tetapi juga mampu menyuarakan nilai literasi digital kepada lingkungan sosial,” kata Raja.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Raih Juara 2 pada Pontianak Boxing Challenge Seri ke-2 Tahun 2025

Peran Strategis Mahasiswa

Sebagai moderator, Khairatun Nisa memberikan pandangannya mengenai peran strategis mahasiswa dalam menyebarkan edukasi digital. Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi yang dekat dengan teknologi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

“Jika mahasiswa berani mengambil peran ini, perubahan sosial yang positif dapat tercipta lebih cepat,” jelas Khairatun.

Antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang kegiatan. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan kesadaran mahasiswa akan urgensi ancaman judi online dan pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menghadirkan sertifikat resmi dari BPSDM Komdigi dengan bobot 4 JP, menambah nilai pembelajaran bagi peserta. Melalui kolaborasi ini, UBSI kampus Pontianak dan Komdigi berharap mahasiswa dapat memperkuat kesadaran digital dan menjadi garda terdepan membantu pemerintah serta masyarakat memerangi penyebaran judi online. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan program-program edukasi digital yang inovatif untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan era digital.(Tiara Sari)